Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam (dua dari kiri) dan Bupati Buteng, Samahuddin (tiga dari kiri) meninjau lokasi rumah warga yang terbakar di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kamis (28/11). Situasi di desa tersebut kini kondusif. Aparat gabungan Polri dan TNI tetap siaga.

KENDARIPOS.CO.ID — Personel Polri dan TNI sigap mengamankan situasi di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Buton Tengah (Buteng) pascakonflik horizontal, Kamis (28/11). Kapolda Sultra, Brigjen Merdisyam didampingi Bupati Buteng, Samahuddin turun langsung dan meninjau kondisi warga yang rumahnya terbakar.

Kapolda Sultra, Brigjen Merdisyam memastikan personel keamanan akan tetap berjaga hingga situasi benar-benar kondusif.

“Soal sampai kapan aparat berjaga, belum dapat kami pastikan. Personel keamanan akan ditarik apabila dua 2 desa ini sudah benar-benar kondusif,” ujarnya kepada Kendari Pos, Kamis (28/11).

Jenderal bintang satu ini menyebut personel Polres Bau-Bau, Brimob Polda Sultra, Polres Buton, Polres Muna dan Kodim 1413 Buton serta personel Koramil akan terus bersiaga dan mengamankan wilayah tersebut. “Personel gabungan tetap standby,” ungkapnya didampingi Bupati Buteng, Samahuddin.

Bupati Samahuddin mengaku segera berkoordinasi untuk menangani warga yang rumahnya terbakar.

“Rumah yang terbakar ini bisa kita bangun kembali. Yang jelas penanganan nantinya akan kita utamakan. Agar maayarakat tidak lagi trauma atas insiden yang terjadi ini,” ujarnya singkat.

Dari Kendari dilaporkan, Gubernur Sultra Ali Mazi meminta warga Desa Wadiabero dan Tolandona menahan diri dan tetap menjaga kedamaian dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. “Saat ini Sultra sedang melakukan pembangunan. Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian. Harmonisasi sangat penting untuk menyukseskan rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah,” ujar Ali Mazi menanggapi konflik antar warga di Kabupaten Buteng yang terjadi Rabu (27/11) malam.

Politisi NasDem ini tak kuasa memendam rasa prihatin atas konflik yang terjadi. “Kita sesama saudara. Saya imbau agar dihentikan. Dan ini perlu diketahui, kondisi seperti itu bukan keinginan para leluhur kita,” tegas Ali Mazi.

Ali Mazi kembali menegaskan agar seluruh masyarakat Sultra menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Jangan bikin huru-hara yang membuat pemerintah sulit menjalankan pembangunan di Sultra. Saya apresiasi aparat keamanan yang bertindak cepat mengatasi apa yang terjadi di Buteng,” pungkas Ali Mazi.

Laman: 1 2