KENDARIPOS.CO.ID — Nyawa Dimas tak bisa tertolong. Remaja itu menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dr. Ismoyo (RS Korem) akibat ditikam orang tak dikenal (OTK) di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Sabtu (2/11) sekira pukul 23.00 Wita.

Insiden yang menimpa warga Tobuha, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari itu berawal dari balapan liar sekelompok remaja di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae. Tak lama berlangsung, terjadi perkelahian dua kelompok. Korban sendiri dikabarkan menghindari tawuran tersebut, namun berpisah dengan beberapa rekan-rekannya.

Iksan, salah seorang saksi mengaku menemukan korban dalam keadaan bersimpah darah di atas trotoar di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra. Ia lantas memanggil rekannya bernama Herdianysah untuk menengok korban. Dia lalu membawa korban menggunakan sepeda motor ke rumah sakit. “Saya liat korban di trotoar. Motornya juga ada di jalan dan sudah dipenuhi darah,”katanya.

Ilustrasi

Sementara itu, Kapolsek Mandonga AKP Ketut Arya Wijanarkan membenarkan kabar tersebut. Katanya, belum diketahui siapa yang melakukan penikaman tersebut. Yang jelasnya, korban meninggal akibat luka tikam pada bagian leher. Arya mengatakan, masih akan melakukan penyelidikan pada kasus tersebut. Sebab, tidak ada yang melihat aksi penikaman tersebut. “Intinya masih kami lakukan penyelidikan dan pengejaran pada pelaku. Korban tewas akibat dari tikaman di bagian lehernya,”katanya. (ade/c)