Distribusi Air PDAM tak Maksimal : Pelanggan 400 Ribu, Hanya 50 Ribu yang Dilayani – Kendari Pos
Metro Kendari

Distribusi Air PDAM tak Maksimal : Pelanggan 400 Ribu, Hanya 50 Ribu yang Dilayani

KENDARIPOS.CO.ID — Sumber air bersih PDAM se-Sultra masih terbatas. Akibatnya, distribusi air kepada pelanggan tak maksimal. Jumlah pelanggan mencapai 400 ribu, namun PDAM Tirta Anoa Kendari hanya mampu melayani 37 persen alias 50 ribu pelanggan. Hal itu diungkapkan Direktur PDAM Kendari, Damin saat Focus Group Discussion Kajian Pengembangan Kapasitas PDAM dalam penyediaan air bersih yang adil dan berkelanjutan, di Fortune Front One Hotel Kendari (13/11).

Damin mengakui pelayanan air belum maksimal sebab produksi dan ketersediaan sumber air bersih masih terbatas. Meskipun sumber air utama yang dari sungai masih melimpah, namun perlu pengelolaan maksimal. Ada beberapa permasalahan yang menyebabkan pelayanan tak optimal. Di antaranya, kapasitas pompa air terbatas, jarak antara intake dan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) sangat jauh, sehingga menyulitkan penyaluran air ke masyarakat. “Kita berupaya untuk mencari sumber-sumber air yang dekat dari kota, seperti Kendari sumber airnya dari Konawe. Sekarang kita lagi cari sumber air yang ada di dalam kota, yang bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sultra, Sukanto Toding mengatakan Pemprov terus mendorong PDAM meningkatan pelayanan air bersih. Peningkatan kapasitas PDAM merupakan bagian dari peningkatan daya saing daerah terhadap daerah lain di Indonesia.
Terlebih. Sultra masuk dalam kategori kota dengan ketersediaan air bersih yang langka.

Menurutnya, tantangan ketersediaan air bersih sudah semakin kompleks. Inteke di Pohara sudah bersaing dengan pengguna industri serta irigasi. “Tadi, Direktur PDAM mengeluhkan volume, maupun kualitas air saat ini sudah terancam. Sehingga kita perlu pikirkan bagaimana langkah-langkah menyelesaikan itu,” ucapnya.

Ia berharap, bila nantinya sumber air PDAM masih menggunakan air dari sungai Konaweha. Maka pihak PDAM harus melakukan pengawasan secara ketat, terlebih sungai Konaweha kini tengah banyak digunakan dari pihak industri seperti tambang, dan lainnya. “Pemerintah harus mengatur kewenangan, selama ini kan jangan hanya dipake industri misalnya. Apalagi kalau industri mereka menggunakan air sangat banyak, jadi PDAM hanya dapat sisa-sisanya. Perlu dilakukan pemurnian air, karena indikasi air di sungai itu sudah sangat kotor,” bebernya. (rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy