Dibeli dari Hasil Penjualan Narkoba, Polda Sultra Sita Rumah Bandar Sabu – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Dibeli dari Hasil Penjualan Narkoba, Polda Sultra Sita Rumah Bandar Sabu

KENDARIPOS.CO.ID — Ridwan, terpidana narkoba masih meringkuk di Lapas Kendari. Dia pun kini dijerat dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU). Aparat Polda Sultra menyita rumah pribadi Ridwan yang terletak di BTN Grand Bolevard Blok 73 senilai Rp 136 juta karena diduga dibeli dari hasil penjualan narkoba. Disaksikan Pengadilan Negeri Kendari, Kejari Kendari dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sultra.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Adi Permana, mengatakan penindakan hukum TPPU kepada terpidana kasus narkoba, baru pertama kali dilakukan di Sultra. Pengungkapan ini berdasarkan hasil penyelidikan pada Gudang, Banking dan kurir lintas provinsi yang diduga digerakan oleh Ridwan dari dalam Lapas Kendari.

Aparat Polda Sultra menyita rumah Ridwan, terpidana narkoba karena kembali dijerat dengan undang-undang TPPU.

Ia menjelaskan Ridwan adalah seorang nandar Narkoba yang terseret pada kasus peredaran sabu seberat 1 Kg. Pria ini melibatkan tiga orang anak buahnya dalam menjalankan aksinya. Ketiganya berinisial RL, HRT dan juga ML. Rumah miliknya dibeli tersebut diduga menggunakan uang hasil penjualan narkoba. “Kami temukan nama Erlan yang menjadi atas nama pembelian rumah tersebut. Kita ketahui, karena Erlan adalah tersangka kasus narkoba. Sehingga pada saat kami dalami, bahwa dia mengakui bahwa aset tersebut dalam penguasaaanya, namun dibeli atas nama orang lain,” kata Kombes Pol Adi Permana

Ia menjelaskan Ridwan adalah seorang nandar Narkoba yang terseret pada kasus peredaran sabu seberat 1 Kg. Pria ini melibatkan tiga orang anak buahnya dalam menjalankan aksinya. Ketiganya berinisial RL, HRT dan juga ML. Rumah miliknya dibeli tersebut diduga menggunakan uang hasil penjualan narkoba. “Kami temukan nama Erlan yang menjadi atas nama pembelian rumah tersebut. Kita ketahui, karena Erlan adalah tersangka kasus narkoba. Sehingga pada saat kami dalami, bahwa dia mengakui bahwa aset tersebut dalam penguasaaanya, namun dibeli atas nama orang lain,” kata Kombes Pol Adi Permana

Selain kasus ini, pihaknya juga melakukan pengembangan pada pihak-pihak lain termasuk bandar yang diduga melakukan TPPU. Namun, catatan nama-namanya masih dalam penyelidikan. Saat ini berkas penyidikan Ridwan masih dalam tahapan pemberkasan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ridwan dijerat pasal 4 undang-undang nomor 8 tahun 2011 tentang pencegahan dan Pemberantasan tindak pidana pencucian uang.”Kami menghimbau kepada pihak-pihak terkait. Misalnya, lembaga perbankan selalu mengawasi nasabah sebab kebanyakan para bandar narkoba membuat rekening dengan atas nama samaran. Masyarakat jangan mau namanya dimanfaatkan untuk dijadikan rekening penyimpanan uang para bandar,” tegasnya. (ade/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy