Mustari mengaku akan membuat surat edaran terkait pencegahan penyebaran paham radikalisme dilingkup ASN Sultra. “Minimal kita akan buat surat edaran. Jadi masing-masing instansi pemerintah bisa memberikan pemahaman ASN yang ada dibawahnya,”kata mantan Pj Bupati Buton Selatan ini.

Menurut Plh Sekporov Sultra ini, tidak sedikit ASN yang menggunakan celana cingkrang, berjenggot dan bercadar. Mereka dituding radikal, padahal kata dia, itu adalah ideologi setiap orang, dan Islam membenarkan hal tersebut. “Yang tidak dibenarkan itu kalau sudah bertindak diluar ajaran islam. Melakukan perlawanan menggunakan kekerasan itu yang tidak dibenarkan,” jelasnya.

Mustari mengaku sulit mengidentifikasi ASN Pemprov yang terpapar radikalisme. Selama ini, ia telah melakukan metode tersebut, namun masih sebatas di BKD saja. Semestinya ini dilakukan setiap instansi. “Karakteristik ASN Sultra, agak susah dideteksi juga. Cukup banyak, namun sepanjang belum ada kegiatan mengarah radikal, saya rasa itu baik-baik saja. Tetapi sebagai aparat kita memang harus ada kewaspadaan,” pungkasnya. (yog/b)

Laman: 1 2