Bupati Kolaka Hadiri Undangan Google di Jakarta – Kendari Pos
Kolaka

Bupati Kolaka Hadiri Undangan Google di Jakarta

KENDARIPOS.CO.ID — Peningkatan pendidikan merupakan program unggulan pembangunan yang dikumandangkan duet Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, Ahmad Safei-Muhammad Jayadin. Keduanya tanpa henti berinovasi agar pendidikan di Bumi Mekongga dapat terus meningkat.
Perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi di era kekinian, tak membuat Pemkab Kolaka alergi.

Justru Pemkab Kolaka dalam kendali Bupati Ahmad Safei dan Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin berkomitmen menyelaraskan kemajuan teknologi dalam sektor pendidikan. Komitmen itulah mengantarkan keduanya diundang pihak Google, perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk internet, melalui perwakilannya di Jakarta.

Ahmad Safei baru-baru ini memboyong beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan memenuhi undangan manajemen Google di Jakarta dalam kegiatan “Google For Education (GFE)”. Ahmad Safei menginginkan adanya inovasi pendidikan dalam revolusi industri 4.0 di Kabupaten Kolaka. Kata dia, hal tersebut telah dijawab oleh pihak Google melalui program GFE tersebut.

“Ini adalah kesempatan kita untuk mewujudkan sebuah inovasi berbasis teknologi yang secara keseluruhan dapat menjangkau peserta didik, guru, dan juga orang tua murid di Kolaka. Kami berharap ini dapat dilaksanakan secara serentak, terkontrol dan terpusat. Apalagi jangkauan infrastruktur teknologi kita sudah cukup luas. Tinggal bagaimana kita kembangkan setiap tahunnya,” ujar Ahmad Safei kepada Kendari Pos, Kamis (14/11).

Bupati Kolaka, Ahmad Safei (berdiri, dua dari kanan) dan Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin (berdiri, dua dari kiri) bersama sejumlah kepala OPD Pemkab Kolaka saat berkunjung ke kantor Google di Jakarta.

Menurut Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kolaka, Arnan Amry, dalam pertemuan tersebut pihak Google telah menyiapkan aplikasi device dan solusi dalam pengembangan inovasi pendidikan yang lebih baik, tepat sasaran dalam revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Google juga menyatakan akan melakukan proteksi dan filtering terhadap konten negatif, baik berbasis online maupun offline.

“Intinya kami sangat siap menghadapi revolusi industri 4.0 di bidang pendidikan. Jadi kami dari Kominfo memastikan infrastruktur jaringan nantinya akan dapat diakses oleh sekolah. Hal ini merupakan bagian dari sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Jadi tidak hanya di dunia pendidikan yang dimotori oleh Dikbud, tetapi semua OPD wajib melaksanakan SPBE dan kami siap mengawal,” ujar Arnan.

Adapun tindak lanjut pertemuan dengan pihak Google, dalam waktu dekat pihak Google akan berkunjung ke Kolaka. “Jadi nanti pihak Google akan melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah sekaligus melihat landscape teknologi informatika Kolaka sebagai pendukung utama dan kami siap. Apalagi kami telah memiliki rencana induk pembangunan TI di Kolaka yang secara bertahap akan kita kembangkan baik aplikasi ataupun infrastrukturnya,” beber Arnan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka (Dikbud) Kolaka, Sal Amansyah menambahkan, peningkatan pendidikan dengan pemanfaatan teknologi yang diprogramkan oleh Pemda Kolaka diapresiasi pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bahkan Bupati Kolaka Ahmad Safei merupakan salah satu kepala daerah yang berpeluang mendapatkan Anugerah Kihajar 2019 dari Kemendikbud.

“Anugerah Kihajar ini diberikan oleh Kemendikbud sebagai apresiasi atas prestasi kepala daerah dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan baik dalam bentuk kebijakan, fasilitasi sumberdaya maupun program yang menjadi inovasi peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga kebijakan atau program tersebut berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia daerah,” jelas Sal Amansyah.

Mantan Dosen FKIP Universitas Halu Oleo ini menjelaskan, untuk mendapatkan Anugerah Kihajar tersebut harus melalui beberapa tahapan. Pertama peserta harus mengisi aplikasi terkait seluruh bentuk kegiatan, kepedulian dan komitmen daerah termasuk hal-hal yang telah dikerjakan dalam rangka peningkatan pemanfaatan TIK. Selanjutnya, hasil aplikasi diverifikasi desk oleh Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemendikbud untuk penilaian.

“Nantinya diundang ke Jakarta untuk wawancara dan pemaparan terkait seluruh dokumen yang telah dikirim. Setelah itu, uji petik lapangan. Lalu diplenokan untuk menentukan kepala daerah yang memenuhi kualifikasi Anugerah Kihajar 2019. Ada 34 kabupaten kota yang diundang untuk pemaparan tersebut dan salah satunya adalah Kabupaten Kolaka,” tutur Sal Amansyah.

Saat ini Dikbud Kolaka sedang mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Monitoring Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatik) untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Bumi Mekongga. Dengan adanya aplikasi Simpatik ini maka dirinya dapat mengetahui kehadiran guru di sekolah melalui fitur aplikasi tersebut yang tersedia di HP android. Dimana seluruh HP guru terkoneksi dengan aplikasi tersebut sehingga posisi guru dapat diketahui saat jam kerja.

“Aplikasi ini sudah diatur sedemikian rupa sehingga jika guru tersebut tidak berada di dalam pagar sekolah, maka oleh aplikasi dia dinyatakan absen atau tidak hadir. Dalam sehari itu guru harus mengisi daftar hadir melalui HP androidnya hingga empat kali,” jelasnya.

Aplikasi Simpatik ini juga merupakan titik penting penilaian yang ditemukan Kemendikbud untuk Anugerah Kihajar. Sebab aplikasi ini dianggap merupakan inovasi TIK dalam pengembangan manajemen tata kelola pendidikan di Kabupaten Kolaka. “Kerja aplikasi ini berbeda dengan sejumlah aplikasi yang telah ada dalam pengembangan pendidikan di daerah yang lain,” tutup Sal Alamsyah. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy