Suasana rapat koordinasi terkait angkutan barang di BPTD Wilayah XVIII, kemarin. Kadishub Sultra, Hado Hasina turut hadir.

KENDARIPOS.CO.ID — Ruas jalan di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah dibangun pemerintah supaya bisa dilintasi truk bermuatan barang dengan sumbu terberat (MST) 8 ton. Namun, dalam realitasnya, diduga banyak mobil angkutan barang melanggar ketentuan tersebut atau melintas di jalan dengan bobot muatan di atas 8 ton. Tim terpadu pun akan dibentuk oleh Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) wilayah XVIII untuk mengawasi pelanggaran tersebut.

Kepala BPTD Wilayah XVIII, Benny Nurdin Yusuf mengungkapkan, pihaknya akan membuat surat edaran terkait angkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) dan petikemas yang tidak sesuai standar. “Mereka ingin dibuat standar. Sehingga menjadi dasar Pelindo dan Pertamina untuk menjadikan persyaratan bagi kendaraan untuk mengangkut petikemas atau B3,” ungkapnya usai rapat koordinasi penertiban truk kontainer, B3, dan angkutan umum barang, di kantor BPTD Wilayah XVIII, Jumat (15/11).

Laman: 1 2