Berdayakan Nelayan Lokal, DKP Sultra Luncurkan Program PAAP

Program PAAP tidak saja menentukan zonasi pencarian ikan, melainkan juga zonasi larang ambil. Zona larang ambil itu akan menjadi kawasan pelestarian terumbu karang dan perikanan sehingga sumber daya laut tidak dieksploitasi berlebihan. “Ada kawasan tangkap, ada kawasan larang ambil yang ditentukan luasannya. Nelayan juga akan diberi pelatihan lebih dulu,” paparnya.

Program PAAP sendiri sudah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara nomor 36 tahun 2019. Total ada 11 kabupaten dengan 17 titik zonasi yang masuk program PAAP. Secara umum, luas kawasan laut yang dikelola Pemprov meliputi 114 km bujur sangkar yang terbagi dalam wilayah perairan 713 teluk Bone dan 714 Laut Banda. “Kita berharap PAAP ini mendongkrak produksi perikanan Sultra,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Muna, La Kusa menyambut baik program tersebut. Menurutnya, dengan memberdayakan nelayan lokal maka akan efektif menekan angka ilegal fishing dan pengemboman ikan. Ia berharap, program itu akan dimanfaatkan nelayan lokal dengan membentuk sebanyak mungkin koperasi. “Kita dukung penuh karena memang nelayan selama ini ingin zona tangkapnya jelas,” imbuhnya. (b/ode)

Facebooktwittermail

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.