Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mencatat dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada saat pemilihan umum paling banyak didominasi oleh unggahan media sosial (medsos). Karenanya, KASN mengingatkan para PNS agar berhati-hati dalam merespons unggahan di medsos terkait Pilkada 2020.

Hal itu disampaikan KASN dalam kegiatan Sosialiasi Pencegahan Pelanggaran Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2020.
Asisten KASN Bidang Pengaduan dan Penyelidikan, Kukuh Heru Yanto, mengatakan, KASN menganggap pelanggaran netralitas ASN paling rentan terjadi di dunia maya. Bahkan, pelanggaran yang terjadi di medsos jauh lebih banyak dibandingkan pelanggaran lainnya. Misalnya, keterlibatan dalam kampanye paslon tertentu.

“Dari ratusan laporan dugaan pelanggaran netralitas yang terjadi pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang terbanyak adalah pelanggaran melalui medsos. Baik melalui like atau memberikan tanggapan tentang unggahan keunggulan pasangan calon tertentu,” jelasnya, kemarin. Karenanya, KASN mengimbau seluruh ASN yang wilayahnya menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2020 untuk bersikap netral menjelang dan selama Pilkada.

Sejumlah regulasi melarang ASN untuk tidak berpihak terhadap kontestan Pilkada. Di antaranya, UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, hingga PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Kode Etik PNS.

Laman: 1 2