Angka Kemiskinan di Buteng Tak Sinkron : 2020, Pemda Berencana Validasi Data

“Inilah yang nanti akan kita data ulang. Kita akan kroscek nama-nama yang sudah terdata sejak tahun 2015. Kalau dia bukan kategori miskin maka kita akan coret,” ujar Malik saat ditemu di ruang kerjanya, Jumat (15/11).

Dalam proses pendataan ulang, pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, lurah maupun kepala desa (Kades). Tim Dinsos akan turun di tiap desa mendata warga kurang mampu. Agar datanya benar-benar valid, proses pendataannya disaksikan masyarakat luas termasuk pihak kepolisian.

“Kami akan memanggil, Kepala Desa, Lurah, Camat maupun kepolisian, untuk menyaksikan langsung pendataan yang kami lakukan. Pada dasarnya, kami ingin bantuan yang turun dari pusat tidak salah sasaran. Dengan begitu, kebutuhan warga miskin dapat pula direalisasikan dengan baik,’ jelasnya.

Ia meminta dukungan semua pihak agar pelaksanaan pendataan ulang bisa berjalan lancar. Dengan begitu, data miskin yang akan dikirim dipusat dapat benar-benar valid. Upaya ini tak lain untuk menghindari kecemburuan sosial di masyarakat. Nantinya, data ini akan menjadi acuan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan lainnya. “Setelah rampung, datanya akan langsung akan kami kirim ke pusat. Nantinya akan dilakukan penginputan data baru,” pungkasnya. (c/rud)

Facebooktwittermail

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.