20 Rumah Makan dan 5 Hotel di Konawe Dipasangi Tapping Box

Kepala BPPRD Konawe, Cici Ita Ristianty mengatakan pemasangan tapping box merupakan instruksi dari Koorsupgah KPK. Tujuannya, untuk memaksimalkan potensi pajak rumah makan dan hotel yang ada di Konawe. Selain itu, pemasangan alat perekam akan mencegah kebocoran kas daerah yang bersumber dari retribusi rumah makan dan hotel.

“Hari ini (kemarin, red), kita pasang dulu sebanyak 25 unit tapping box. 20 unit di rumah makan, 5 unit kita pasang di hotel yang ada di Konawe,” ujar Cici Ita Ristianty, Senin (25/11) diwawancarai seusai pemasangan satu unit alat perekam pajak di RM Pangkep Unaaha.

Cici menambahkan, Pemkab Konawe tak dikenakan biaya sewa atas alat perekam yang dipasangkan oleh pihak Bank Sultra itu. Sebab, pemasangan alat tersebut merupakan rekomendasi langsung dari Koorsupgah KPK. Cici pun menyebut, respon pemilik warung makan dan hotel yang dipasangi alat perekam sangat baik dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak di Konawe.

“Pajaknya yang kita tarik sebesar 10 persen dari menu yang dipesan. Begitu pun dengan hotel, besaran pajaknya 10 persen juga. Alat ini akan terkoneksi langsung dengan server di KPK dan di BPPRD Konawe. Intinya kita ingin memaksimalkan PAD Konawe,” tandas istri Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara itu. (c/adi)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *