KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kendari terus mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) sejak 2013. Setelah meraih KLA kategori pratama dan madya, Pemkot bidik KLA nindya pada tahun 2020 mendatang. Sekretaris Kota Kendari, Hj. Nahwa Umar mengatakan, KLA akan berhasil diraih jika semua pihak mendukung. Kendari menerima penghargaan itu sejak 2013. Pada tahun kedua, naik level ke madya dan mewakili Indonesia hadir di konferensi KLA di Nepal. Hal itu karena Kendari telah terbitkan perda KLA. Mengintervensi program perempuan dan anak, melaksanakan Diklat untuk anak jalanan, mengumpulkan mereka dan memberikan edukasi.

Ia berharap KLA bukan semata mendapatkan penghargaan, tapi intervensi anak supaya bisa menerima hak seperti anak pada umumnya. “Kita tidak ingin melihat anak-anak dimanfaatkam oleh oknum tertentu, dipekerjakan di jalanan, tidak bersekolah, dan tidak ada waktu bermain,” ungkapnya saat rapat koordinasi dengan media, pengusaha, dan lembaga masyarakat, Rabu (27/11).

Sekot Kendari Nahwa Umar (tengah) saat memberikan materi dalam rapat koordinasi lintas sektoral.

Meski Kendari, sejak 2013 hingga saat ini menjadi satu-satunya daerah di Sultra yang komitmen menerima KLA, tapi masih banyak yang perlu ditingkatkan. Seperti dukungan media massa, dunia usaha, dan lembaga masyarakat dalam mendukungn upaya memenuhi hak anak. “Kami berharap ke depannya kita bisa berjalan bersama untuk Kendari menjadi kota yang benar-benar layak untuk anak. Karena anak adalah investasi masa depan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kendari, Sri Ayustin berharap semua pihak melakukan komunikasi lanjutan untuk saling memberikan informasi, saran, dan gagasan. Sehingga menuntaskan permasalahan anak, dan memenuhi hak-haknya. “Harapan kita ada masukan dari berbagai pihak, supaya semua hak anak ini bisa terpenuhi,” tandasnya. (hel/b)