Tim Penilai Lomba P2WKSS Kunjungi Konawe – Kendari Pos
Konawe

Tim Penilai Lomba P2WKSS Kunjungi Konawe

KENDARIPOS.CO.ID — Desa Puundombi Kecamatan Tongauna Utara menjadi titik pantau lomba penilaian Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di Kabupaten Konawe. Senin (21/10), tim penilai lomba P2WKSS Sultra berkunjung ke desa Puundombi sekira pukul 11.30 Wita. Rombongan tim penilai dipimpin langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sultra Andi Tenri Rawe. Tiba di lokasi, rombongan disambut tarian Mondotambe yang dibawakan oleh dua remaja pria dan enam remaja wanita desa Puundombi.

Saat membacakan sambutan Gubernur Sultra Ali Mazi SH, Andi Tenri Rawe mengatakan, program p2wkss merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program strategis tersebut, memadukan pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan dengan peran perempuan sebagai penggeraknya. “Nilai kesetaraan gender harus dijunjung tinggi. Peran perempuan harus ditingkatkan. Sudah banyak bukti, perempuan punya kapasitas yang tak kalah dibanding kaum laki-laki,” ujarnya, Senin (21/10) di aula balai pertemuan desa Puundombi kecamatan Tongauna Utara.

Ketua tim penilai lomba P2WKSS tingkat Sultra tahun 2019 Andi Tenri Rawe (dua dari kanan, selempang merah jambu) saat tiba di desa Puundombi kecamatan Tongauna Utara, Senin (21/10). Rombongan disambut oleh Ketua TP PKK Konawe Titin Nurbaya Saranani (tiga dari kanan) dan Wakil Ketua TP PKK Konawe Cici Ita Ristianty (empat dari kanan) serta Sekab Konawe Ferdinand Sapan (kanan).

Menurutnya, Konawe menjadi daerah pertama yang dikunjungi tim penilai program p2wkss tingkat Sultra tahun 2019. Dalam catatannya, lanjut Andi Tenri Rawe, Konawe terakhir kali mengukir prestasi dalam lomba p2wkss tingkat Sultra pada 11 tahun silam atau tepatnya ditahun 2008. Kala itu, desa Ulu Benua di kecamatan Amonggedo menjadi titik pantau lomba serupa dan berhasil menyabet juara ketiga.

“Mudah-mudahan kabupaten Konawe bisa mengukir prestasi dalam lomba P2WKSS tahun ini. Saya harap, kegiatan ini bukan seremoni belaka. Namun, pembinaan lanjutan lintas sektoral secara terpadu harus ditingkatkan. Utamanya peran perempuan sehingga bisa menjadi contoh bagi desa lain yang ada di Konawe,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan mengatakan, pemkab butuh dukungan Pemprov Sultra untuk menata segala potensi kearifan lokal yang ada di Konawe. Terlebih, kearifan lokal menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan disamping mengandalkan instrumen lain semisal APBN ataupun investasi.

Baiknya, sebut Ferdinand, harus ada konsep dasar terkait wilayah-wilayah tertentu yang akan dijadikan barometer program p2wkss maupun program lainnya. “Sekadar laporan kepada tim penilai, dari 17 indikator penilaian lomba p2wkss Mungin masih ada yang belum sempurna. Namun, inilah upaya maksimal yang bisa kami berikan dari desa Puundombi. Semoga Konawe bisa memperoleh hasil terbaik dalam lomba p2wkss kali ini,” imbuhnya. (b/adi).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy