Propam Sidang Disiplin Oknum Polisi : 3 Orang Menembak, Sanksinya Ditahan 21 Hari – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Propam Sidang Disiplin Oknum Polisi : 3 Orang Menembak, Sanksinya Ditahan 21 Hari

KENDARIPOS.CO.ID — Propam Polda Sultra menggelar sidang disiplin oknum polisi yang ikut pengamanan unjuk rasa di DPRD Sultra, 26 September lalu. Mereka diduga melanggar SOP karena membawa senjata api saat pengamanan demonstrasi. Lima dari enam oknum polisi yang menjalani sidang disiplin yakni, Bripka MAP, Brigadir AM, Bripka
MI, Briptu H dan Bripda FS, minus mantan Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP DK karena berbeda tempat mutasinya. “Ini hanya sidang disiplin. Mereka melanggar pasal 4 Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota kepolisian,”kata Kabid Propam Polda
Sultra, AKBP Agoeng Kurniawan kepada Kendari Pos, Kamis (17/10).

Sidang disiplin yang dipimpin Kompol I Putu Mudita dipantau Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam dan Karo Provos Divisi Propam Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo. “Memang ada tiga oknum polisi yang menembak. Tapi tembakan peringatan. Soal siapa yang menembak korban bernama Randi harus dijawab melalui analisa ilmiah,”kata Brigjen Pol Hendro Pandowo.

Suasana sidang disiplin di Mako Polda Sultra.

Dia menyebutkan enam oknum polisi itu terbukti membawa senjata api. Namun, hanya tiga orang yang mengeluarkan tembakan. Tindakan itu dinilai melanggar disiplin. Konsekuensinya yakni dapat ditahan selama 21 hari. Mereka tidak mendapat sanksi pemecatan. Tindakan pemecatan masuk dalam ranah pelanggaran kode etik.

“Jadi ini sidang disiplin. Bukan sidang kode etik. Sanksi langgar disiplin dilakukan penahanan paling lama ditahan 21 hari,” ungkap Brigjen Pol Hendro Pandowo. Pada saat yang sama, ratusan mahasiwa teknik UHO menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra. Mereka menuntut polisi mengungkap dalam dibalik tewasnya Randi dan Yusuf. Langkah mahasiswa menyeruduk Mapolda Sultra kandas oleh barikade polisi. Emosi massa tersulut.

Aksi unjukrasi mahasiswa menuntut pengungkapan pelaku.

Aksi dorong antara mahasiwa dan personel pengendalian massa (Dalmas) terhindarkan. Lemparan batu mengarah ke polisi yang dibalas tembakan water cannon dan gas air mata. “Kami meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera menugnkap siapa pelaku penembakan rekan kami, Randi dan Yusuf. Tidak ada komunikasi lagi, apabila hari ini tidak terungkap siapa dalangnya,” ujar salah seorang mahasiswa teknik dalam orasinya.

Karo Provost Divisi Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo turun dan menemui massa. Namun lagi-lagi komunikasi yang dibangun berakhir buntu. Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan tim independen Mabes Polri masih menyelidiki. “Barang buktinya sudah kami bawa ke Belanda untuk diuji balistik.Percayakan kepada kami,” ujarnya kepada massa aksi. (ade/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy