Pemkab dan Dekranasda Muna Berkolaborasi Promosi Tenun Masalili – Kendari Pos
Nasional

Pemkab dan Dekranasda Muna Berkolaborasi Promosi Tenun Masalili

KENDARIPOS.CO.ID — Popularitas tenun Masalili asal Kabupaten Muna kini tengah naik daun. Perhatian penuh Pemerintah Kabupaten dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Muna mulai mengangkat pamor kain tenun ke belantika mode nasional dan mancanegara. Tenun tradisional Masalili saat ini dapat dijumpai dengan berbagai jenis produk kekinian.

Sepekan lalu, Ketua Dekranasda Muna, Yanti Setiawati memamerkan sebuah varian terbaru berupa jaket kulit dengan balutan motif tenun Masalili. Produk itu disambut baik berbagai kalangan. Kendati baru diproduksi delapan pieces (pcs), jaket kulit itu cukup laris. Salah satunya digondol Yuliana Rita, Komisioner KPU Kabupaten Muna. Ia bahkan membeli couple (sepasang) bersama sang suami, Mastri Susilo yang menjabat Kepala Ombudsman Perwakilan Sultra. “Ini terobosan luar biasa dan kami sangat tertarik. Bahkan, kami sarankan produknya langsung dipatenkan agar label Muna tetap melekat,” kata Yuli saat ditemui di Galampa, rumah jabatan Bupati Muna, Selasa lalu. Sebelum itu, pamor kain tenun Masalili sudah lebih dulu merambah mancanegara. Desainer nasional Ferry Sunarto yang membawa kain tradisional itu tampil pada Festival Indonesia Moskow 2019 di Rusia, awal Agustus lalu. Kegiatan itu buah kerja sama dewan kerajinan nasional Kabupaten Muna dan Bank Indonesia yang sebelumnya menggelar acara serupa di Kendari. Tenun Masalili tampil disulap kebaya nasional yang elegan.

Soal pengembangan tenun Masalili itu, Ketua Dekranasda Muna, Yanti Setiawati menuturkan jika project tersebut sudah menjadi komitmen daerah. Pengembangan tenun dimulai saat peresmian Desa Masalili sebagai kampung tenun bersama tiga desa lainnya yakni Mabolu, Liangkabori dan Kondongia pada tahun 2016. Tenun Masalili lebih populer sebab produksinya yang terus bergeliat. Selanjutnya, tahun 2017 Pemkab Muna melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Bank Indonesia. “MoU itu lebih konkretnya dilakukan pembinaan terhadap usaha kecil menengah di Masalili. Baik BI maupun Dekranasda juga memberi pendampingan pada pengembangan motif, penggunaan bahan pewarna alami maupun bantuan alat tenun bukan mesin,” kata Yanti belum lama ini.

Isteri Bupati Muna, LM. Rusman Emba itu menyebut, fokus pengembangan tenun kini bergerak pada aspek promosi maupun inovasi produk. Dekranasda aktif menggelar iven nasional maupun ikut serta dalam fashion show yang melibatkan perancang busana kenamaan. Bahkan, belum lama ini tenun Masalili meraih peringkat terbaik karya kriya unggulan kategori textile dalam Dekranas Award. “Kami aktif promosi agar lebih dikenal. Setahun minimal dua atau tiga kali ikut fashion show,” paparnya.

Naiknya pamor tenun Masalili kini mulai dirasakan berkahnya. Sitti Erni, salah satu pedagang sekaligus penenun lokal menyebut, dari toko Annisa Tenun miliknya, penjualan tenun bisa mencapai 30 lembar per bulan. Harga kain per lembar ukuran 65 x 380 cm dibanderol paling murah Rp.250.000 hingga Rp.2,5 juta. Harga tergantung jenis kain, corak dan penggunaan bahan pewarna.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy