Pegawai OJK Sultra Berguru Inklusi Keuangan di Negeri Kanguru – Laman 3 – Kendari Pos
Nasional

Pegawai OJK Sultra Berguru Inklusi Keuangan di Negeri Kanguru

Menariknya lagi kata Ridho, dari sisi literasi keuangan, pengetahuan tentang produk-produk jasa keuangan hingga bagaimana cara berinvestasi atau mengelola keuangan di Australia telah diajarkan sejak kindergarten (TK). Namun, sebagai negara maju, Australia tetap memiliki masalah kata Ridho. Masalah yang “hot” sedang dihadapi adalah terkait superannuation (dana pensiun), kemudian gap penghasilan antara pria dan wanita, hingga maraknya pinjaman online dengan bunga tinggi. “Dinamika penanganan atau respons pemerintah Australia menjadi hal yang turut kami amati dan pelajari,” imbuhnya.

Selama berada di Australia, Ridho mengaku dibawa pada pemahaman mendalam tentang inklusi keuangan. Inklusi keuangan memuat elemen institusi, kapabilitas, dan aset. Secara sederhana bagaimana masyarakat dapat terkases layanan keuangan formal jikalau tidak memiliki penghasilan (asset-earning). Atau bagaimana masyarakat mampu terakses jikalau tidak memiliki pengetahuan untuk memilih produk atau layanan sektor jasa keuangan (capability). Kemudian dalam jangka panjang, inklusi keuangan sepatutnya membawa ‘akses’ tadi untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat. “Inilah yang dikenal dengan istilah financial resilience hingga puncaknya pada financial well-being, setelah financial inclusion dapat dengan tepat diterapkan” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa Financial well-being merupakan wujud kapasitas diri untuk memiliki kendali atas keuangan sehari-hari atau bulan kebulan. Kemudian, memiliki kapasitas untuk menyerap goncangan finansial, paham-jelas bagaimana memenuhi tujuan keuangan, hingga memiliki kebebasan finansial untuk membuat pilihan dalam rangka mencapai kebahagiaan atau menikmati hidup.

Ridho berpesan kepada anak muda Sultra untuk bangun dan bangkit dengan terus melatih integritas dan meningkatkan kapasitas atau kompetisi diri. Sebab, kompetisi global semakin dekat kata Ridho. Tahun 2030, Indonesia akan mencapai puncak usia produktif. “Jangan biarkan diri kita jadi beban bagi Negara ini kelak, tapi justru jadikan diri sebagai berkat bagi Negara dan sesama,” ucapnya.

Laman: 1 2 3 4

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy