Lari Maraton Itu Tidak Pake Gawang, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Lari Maraton Itu Tidak Pake Gawang, Oleh : La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

KENDARIPOS.CO.ID — APBD Provinsi menggelontarkan uang Rp.500 juta untuk membiayai Tim Seleksi (Timsel) Sekretaris Daerah/Sekretaris Provinsi (Sekda/Sekprov). Dan, uang itu sudah habis. Hasil kerja Timsel yang melahirkan tiga nama calon Sekprov telah pula diserahkan ke gubernur. Artinya, kerja Timsel selesai.

Dalam aturan, Gubernur akan mengirim tiga nama itu ke Mendagri untuk selanjutnya diusul ke Presiden. Tanda tangan. Lantik. Begitu alurnya ibarat lari maraton. Tapi, kalau lari maraton tiba-tiba juri memikul gawang untuk merintangi para pelari, lain cerita. Para atlit akan bertanya: ini lari maraton atau lari gawang?

Persoalannya bukan soal lancar tidaknya proses mendudukkan orang dalam jabatan Sekprov. Persoalannya adalah uang rakyat. Uang APBD Rp.500 juta telah dihabiskan dan ini mutlak dipertanggungjawabkan secara hukum. Juga mutlak dipertanggungjawabkan secara administrasi keuangan yang benar. Kalau hanya income dan prosesnya yang WTP, saya kira, fareek dengan WTP jika manfaat dan hasilnya disclaimer.

Ibarat dunia akhirat, WTP hanya karena laporan keuanganmu bagus. Jilidan spiral bagus. Ada gambar-gambar penariknya. Tapi hasil di lapangan berantakan. Kayaknya malaikat Malik si penjaga neraka, pasti pedoko dalia kamu antri di pintu surga. Artinya, ratusan juta uang keluar, tapi tak ada manfaatnya.

Saya bukan sarjana hukum, tapi kiraan saya, jika kerja Timsel ini tak berlanjut dan uang ratusan juta telah dihabiskan maka, ada pelanggaran hukum di sana. Tapi, sekali lagi, ini kiraan saya yang bukan sarjana hukum. Sebenarnya, ada tetanggaku yang sarjana hukum, La Taabi SH yang bisa saya diskusikan. Tapi sudah 7 bulan La Taabi tak pernah nongol di rumah. Sudah 7 bulan, seperti juga lamanya surat gubernur mengendap.

Sesungguhnya ada hal menarik didiskusikan terkait sengkarut Sekprov ini. Sebagai orang yang bukan birokrasi pemerintah, saya “tersinggung” dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam pengelolaan APBD. Kenapa? Tanpa Sekprov definitifpun, ternyata pemerintahan dan pembangunan tetap jalan. Bahkan, saya yakin, tanpa Sekprov pun tetap jalan.

Andai jabatan Sekprov itu bisa dikontrakkan, saya ingin mendaftar untuk jadi Sekda kontrak atau Sekprov honorer. Kalau masih harus “tersinggung” lihatlah realisasi mega proyek tol pendukung kawasan wisata alias tol Toronipa. Lihatlah proyek spektakuler lainnya, Rumah Sakit Jantung, dan lihat pula project jembatan Baruta, penghubung Muna-Buton yang semuanya tergarap tanpa Sekprov definitif. Artinya, hanya dengan menunjuk kepala dinas (Kadis) untuk jadi koordinator SKPD, selesai barang itu.

Tapi bahwa yang namanya birokrasi pemerintah, tentulah butuh Sekprov definitif. Tapi, yah, itu tadi. Ibarat pertandingan olahraga, sedapat mungkin, juri harus benar-benar memahami bahwa lari maraton itu tidak pake gawang.

Terakhir saya mau bilang begini. Jangan kira gubernur, bupati atau wali kota yang kasih jabatan. Bukan. Jabatan itu adalah ketetapan Allah SWT. Tapi, wahai para Kadis, wahai para camat, wahai para bupati, wahai para wali kota, wahai para gubernur, wahai para pejabat negeri maupun swasta, wahai kamu-kamu yang ada jabatan, jabatan apa saja, wahai diriku yang juga ada jabatan, ketahuilah bahwa Allah SWT memberi kelonggaran kepadamu. Apakah jabatan itu untuk kehormatanmu atau untuk kehinaanmu. Tinggal pilih.

Bagi yang muslim, Allah SWT sudah memberi penegasan: Allahumma maalikalmulki tuutilmulka man tasyau, watanji’ulmulka mimman tasyaau. Watu’izzu man tasyaau, watuzillu man tasyaa. Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan (kekuasaan, pangkat, jabatan) kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan, pangkat, jabatan itu dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Dah, itu aja. Sacapemi menulis. Nanti kita sambung setelah pelantikan Sekprov. Tapi, jangan lupa ingatkan’e kalau salupa?(nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy