Kakao Didesain Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Sultra – Kendari Pos
Nasional

Kakao Didesain Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Sultra

Rapat koordinasi tim klaster pengembangan kakao, kemarin. Hari ini, tim klaster kakao Sultra akan memaparkan perkembangan klaster kakao di Hotel Claro Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Provinsi Sultra identik dengan komoditas unggulan kakao. Komoditas ini pernah mencapai kejayaannya di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur. Tim klaster kakao ingin menjadikan kakao sebagai mesin penggerak ekonomi Sultra. Untuk mewujudkan itu, bukan hanya biji kakao yang dikembangkan melalui sentuhan inovasi. Namun dibutuhkan sinergi pemerintah daerah untuk bersama-sama melangkah dalam pengembangan kakao sehingga melahirkan produk lainnya yang berbahan dasar kakao, seperti minuman atau penganan yang mengandung kakao.

Tahun 2018, Pemprov Sultra melalui Balitbang telah meneken MoU bersama berbagai elemen dan dibentuk tim klaster. Klaster ini mendukung pengembangan kakao melalui metode ABGCM yakni Academic, Business, Goverment, Community, dan Media. Melihat program ini berjalan baik, tim klaster kakao juga melakukan lokakarya dan memaparkan perkembangan pengembangan kakao kepada tim monitoring dan evaluasi (Monev) klaster kakao Sultra di Hotel Claro Kendari.

Ketua Tim Klaster Kakao Sultra, Prof. Dr. Andi Bahrun mengatakan konsep ABGCM sangat membantu dalam pengembangan produk lokal unggulan kakao. Sebab semua unsur punya peran dan menjalan tugas dengan baik, sehingga baik dari sektor penelitian, inovasi hingga pemberitaan terus dikawal. “Besok (hari ini,red) kita adakan lokakarya terkait pengembangan komoditas produk unggulan daerah dengan pendekatan multi stakeholder berbasis ABGCM. Di dalamnya terlibat akademisi, pengusaha, pemerintah, komunitas, dan media untuk mengembangkan produk unggulan daerah. Setelah itu, ada Monev perkembangan kakao, agar kakao menjadi mesin penggerak ekonomi Sultra,” ujar Prof.Andi Bahrun.

Dia menjelaskan sejak tahun lalu hingga kini kinerja tim klaster dengan desain ABGCM terlihat progresnya. “Sudah ada produk jadi yang berbahan dasar kakao. Banyak nilai tambah yang berhasil diteliti dari kakao. Kami harapkan nilai tambah kakao bukan hanya dari bijinya, tapi juga semua bagiannya bisa diolah oleh masyarakat sehingga bernilai tambah dan jadi produk unggulan,” ungkap Prof.Andi Bahrun.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy