Elektabilitas Bukan Pertimbangan Utama Golkar – Kendari Pos
Politik

Elektabilitas Bukan Pertimbangan Utama Golkar

KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menggelar pleno penetapan nama-nama bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati yang akan diusul ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Kamis (17/10) malam lalu. Ketua DPD Golkar Sultra, Ridwan, BAE., mengatakan, berdasarkan hasil pleno, semua pendaftar akan diusul ke DPP. Alasannya, DPP mensyaratkan setiap provinsi mengirim minimal tiga dan maksimal lima nama untuk masing-masing Balon bupati maupun wakil bupati di tiap daerah.

“Fakta yang terjadi di lapangan, pendaftar terbanyak lima, paling sedikit dua. Sehingga, semuanya akan dikirim ke DPP tanpa seleksi di provinsi,” ujar Ridwan. Namun, kata dia, Ketua DPD I Golkar beserta Sekretaris dan Ketua Bappilu di tiap provinsi, diberi kewenangan untuk berkonsultasi langsung dengan para Ketua DPD II, mengenai siapa saja figur-figur yang dikehendaki untuk kemudian disampaikan kepada DPP.

“Bahwa calon yang akan menguntungkan Golkar di Kabupaten A misalnya pasangan A dan B. Semangat Golkar tidak hanya mengejar elektabilitas. Itu (elektabilitas) menjadi pertimbangan yang kesekian. Yang utama tentu calon yang bisa bermanfaat untuk Golkar dan masyarakat,” terang anggota DPR RI ini.

Karena alasan itu, lanjut dia, LM Rusman Emba yang mendaftar sebagai bakal calon bupati Muna sangat berpeluang dicoret dari Golkar. Alasannya, Politikus PDIP yang merupakan petahana di Muna itu dinilai tidak pernah memberi kontribusi positif untuk Golkar di daerahnya. “Komunikasi antara kader Golkar di Muna dengan Rusman juga hampir tidak ada,” tegasnya.

Berbeda dengan Rusman, di Wakatobi, dukungan Golkar ke Arhawi sangat kuat. Ditegaskan Ridwan, ada beberapa alasan mengapa Golkar akan memperjuangkan Arhawi. Di antaranya, Arhawi merupakan Ketua DPD Golkar Wakatobi, incumbent (petahana) dan yang paling penting, Arhawi telah memberi kontribusi luar biasa bagi Golkar. Pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019, raihan kursi Golkar di Wakatobi meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya satu kursi menjadi sembilan kursi. “Saya pertaruhkan itu. Akan saya yakinkan Airlangga Hartanto selaku Ketua Umum DPP Golkar dan juga pada tim penjaringan di pusat bahwa Arhawi layak untuk ditetapkan sebagai calon,” ucap mantan Bupati Muna dua periode tersebut.

Sementara di Konawe Selatan (Konsel), baik Surunuddin Dangga maupun Irham Kalenggo, dinilai memiliki posisi dan prestasi setara. Irham yang merupakan Ketua Golkar Konsel sangat mungkin didukung. “Tapi Surunuddin juga salah satu kader terbaik kami. Sehingga hal ini akan dibahas sebaik-baiknya. Keduanya berpotensi sama-sama didukung untuk maju sebagai calon bupati. Kalau berpasangan tidak mungkin, karena saya pasti akan melarang Irham untuk maju sebagai wakil. Keduanya sama-sama membanggakan sekaligus membuat pusing,” kelakar Ridwan.

Adapun di Buton Utara (Butur), Muhammad Aswadi Adam paling aktif menjalin komunikasi dengan partai berlambang pohon beringin itu. Kata Ridwan, Aswadi yang siap menjadi kader Golkar merupakan sosok paling diperhitungkan untuk diusung di Pilkada Butur. “Nanti semua diputuskan oleh DPP. Kemungkinan keluar antara November atau Desember,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy