Botol Emas Vs Botol Plastik, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Botol Emas Vs Botol Plastik, Oleh : La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam sebuah group WA, dikirimlah foto botol plastik. Berbarengan dengan gambar itu, ada pula uraian dan ulasan yang mengarah ke pencerahan bahwa, botol plastik ini bisa berharga sangat murah dan super mahal: tergantung isinya. Jika diisi air mineral, murah. Jika diisi penuh emas, maka begitu mahalnya botol itu. Artinya, sesuatu bisa bernilai tinggi tergantung isinya. Sebaliknya, nilainya rendah juga tergantung isinya.

Soal kualitas isi, sesungguhnya bisa disenggolkan ke para pejabat. Jika anda menduduki jabatan, itu artinya anda dipercaya. Dilantik di jabatan tertentu, itu artinya anda dipandang cakap. Apa yah? Apakah anda dilantik karena botol plastik isi emas atau, anda dilantik karena botolnya yang emas isinya plastik?

Untuk menjawab ini, rentan dengan subyektifitas. Kampus sekalipun yang memberi penilaian soal “isi” seseorang, kadang-kadang dianggap subyektif. Misalnya, assesment, uji kompetensi, uji disertasi, dan lain sebagainya.

Memang, tidak gampang mendapatkan kesimpulan obyektif dari publik bahwa anda menduduki jabatan tertentu benar-benar mumpuni. Tidak gampang. Susah. Ini di jabatan eksekutif dan yudikatif. Tapi mungkin, di jabatan politik legislatif, bisa diraih-raih. Ketika anda menduduki jabatan politik lalu kemudian rakyat tak memilihmu kembali, mungkin bisa ditelaah. Tapi, ini bukan berarti bahwa anda yang terpilih di jabatan politik: misalnya, menggantikan posisi incumbent, lalu menganggap diri bahwa andalah yang unggul dari segi “isi” dibanding yang mereka yang gagal. Oh, tunggu dulu. Banyak fenomena dan fakta yang bisa membantah ini secara sosial politik, bukan secara hukum.

Kita ambil contoh di lembaga legislatif. Kebetulan, mereka-mereka baru saja dilantik. Siapa yang botol emas isi plastik dan siapa pula yang botol plastik isi emas. Dua-duanya bernilai. Yang isi air, tetap bernilai karena botolnya terbuat dari emas. Sebaliknya, walaupun botol plastik, tetap bernilai mahal karena isinya: emas. Justru, yang terakhir ini yang lebih bagus. Artinya, berada di deretan botol emas tetap bernilai, berada di deretan botol plastik, lebih bernilai lagi. Sekarang, keberadaan anda di DPRD masuk posisi mana? Botol emas isi plastik, atau botol plastik isi emas? Kalian tetap menjadi pilihan masyarakat, yang membedakan adalah produktifitas kalian di lembaga terhormat itu.

Tapi bahwa, undang-undang yang mengatur siapa yang boleh menjadi anggota DPRD, saya kira, sudah memperhitungkan kapasitas individu. Dengan harapan, mereka yang interupsi: elloka te’me, tidak ada lagi. Dengan harapan, mereka yang teriak : interupsi pimpinan : kopi saya agak pahit, kalau boleh tambah gula sdikki, tidak ada lagi. Dengan harapan, mereka interupsi: “Pimpinan… kalau boleh pembahasan alat kelengkapan dewan dipercepat, karena ruanganku ndak ada hordennya”, tak ada lagi.

Nah, dengan UU itu, Insya Allah, anggota-anggota legislatif kita saat ini seluruhnya botol emas berisi emas. Untuk membuktikan ini, saban tahun, akan terlihat pada produk peraturan daerah (Perda) terutama postur dan batang tubuh APBD. Jika rakyat menganggap bahwa APBD berpihak kepada rakyat, APBD yang berujung pada kesejahteraan, maka di penghujung periode kelak: ke periode berikutnya, anda tak perlu kampanye. Enanya jadi pejabat ihlas eee.(nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy