Trust KPK Dipertaruhkan, Lima Komisioner Disahkan 16 September – Kendari Pos
Nasional

Trust KPK Dipertaruhkan, Lima Komisioner Disahkan 16 September


KENDARIPOS.CO.ID — Komisi III DPR RI telah menetapkan lima orang sebagai komisioner KPK periode 2019-2023, Jumat (13/9) dinihari. Mereka adalah Irjen Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata. Track record empat wajah baru, minus Alexander Marwata sempat memenuhi jagad pembahasan aktivis anti korupsi. Masih ada celah menjawab pesimisme publik terhadap capim KPK terpilih. Yakni sistem internal KPK yang akan menjadi panglima integritas komisioner dalam memberantas korupsi.

Pakar hukum Sultra, Dr. Herman menilai hasil akhir seleksi KPK bersifat final. Lima komisioner yang ditetapkan DPR RI adalah hasil kinerja dari pansel yang tentunya sudah melalui mekanisme dan proses semestinya. Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik. Soal pro kontra track record yang melingkupi komisioner terpilih adalah hal wajar.

Belajar dari pengalaman pada hasil pansel KPK empat tahun lalu, beberapa unsur pimpinan KPK yang memiliki catatan-catatan “khusus” dapat membuktikan integritasnya dalam pemberantasan korupsi. Mereka dapat mematahkan keraguan publik. “Artinya apa, yang menentukan KPK “garang” atau tidak itu adalah sistem di dalamnya. Saya tetap optimis akan integritas komisioner yang terpilih saat ini. Saya malah khawatir kalau sistemnya berubah, undang-undangnya berubah. Kalau orangnya, saya kira tidak. Di dalam KPK sudah ada tatanan yang harus dipatuhi. Tatanan itu yang harus dijaga. Saya yakin komisoner KPK yang baru bisa menjawab keraguan publik,” tutur Dr.Herman.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) itu menilai komposisi pimpinan KPK yang terbentuk dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi, adalah nilai tambah KPK itu sendiri. “Saya kenal dekat dengan beberapa komisioner terpilih. Saya yakin mereka adalah yang terbaik.Sekali lagi catatan personal itu penting, tapi terpenting iramanya KPK jangan berubah,”tambahnya.

Sementara itu, pegiat anti korupsi Sultra, Dr.Hariman Satria menyebut proses seleksi pimpinan KPK kali ini adalah yang paling buruk sepanjang sejarah terbentuknya KPK. Sebab orang-orang yang cacat integritas justru tidak menjadi pertimbangan dari pansel. Bahkan presiden dan DPR pun mengabaikan track record dari capim tersebut. Padahal jauh hari sebelum seleksi memasuki tahap akhir, pengawas internal KPK itu sendiri memang sudah memberi catatan buruk, termasuk salah satunya pada Firli. Ada pula calon yang lolos tetapi tidak melaporkan LHKPN.

“Pada masa Presiden Jokowi ini sudah terjadi empat kali pelemahan KPK, sejak kasus Novel Baswedan, sampai pada seleksi KPK yang meloloskan orang-orang tidak berintegritas. Komitmen presiden terhadap penguatan KPK jauh dari harapan publik,” kata mantan Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Sultra ini.

Ratusan guru besar, tokoh agama dan aktivis lanjut Hariman, sudah bertanda tangan agar proses seleksi diisi orang-orang berintegritas. Akan tetapi semua itu tidak menjadi pertimbangan oleh pihak-pihak terkait. “Ini secara tidak sadar sudah menghancurkan bangsa dan peradaban.Tapi sudahlah. Ini sudah selesai. Mari kita awasi sama-sama kinerja KPK. Masyarakat jangan abai dengan ini. Mereka harus dipastikan bekerja dengan benar,”tutup akademisi UMK itu. (lyn)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy