Soal Pasal Penghinaan Presiden, Pengamat : Kepala Negara Adalah Simbol Negara – Kendari Pos
Nasional

Soal Pasal Penghinaan Presiden, Pengamat : Kepala Negara Adalah Simbol Negara

Dr. Herman

KENDARIPOS.CO.ID — Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) belum diratifikasi. Pro kontra bermunculan. Pasal 218-219 tentang penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat presiden dan wakil presiden menjadi salah satu pemicunya. Penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat presiden dan wakil presiden terminologi yang dipilih. Sebelumnya adalah penghinaan presiden dan wakil presiden.

Ada yang menilai “menghidupkan” kembali pasal itu merupakan sebuah kemunduran demokrasi. Sebab, pasal itu dianggap sama dengan pasal 134 dan pasal 137 ayat 1 KUHP yaitu penghinaan presiden. Pasal 134, penghinaan dengan sengaja terhadap presiden atau wakil presiden diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun, atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus ribu rupiah. Pasal 137 ayat 1, barang siapa menyiarkan, mempertunjukan, atau menempelkan di muka umum tulisan atau lukisan yang berisi penghinaan terhadap presiden atau wakil presiden, dengan maksud supaya isi penghinaan diketahui atau lebih diketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Ada pula yang menanggapi secara proporsional bahwa presiden dan wakil presiden adalah simbol negara yang wajib dilindungi dan dijaga martabatnya.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top