Program SMK 1 Kendari Mewujudkan SMK Dipercaya, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Program SMK 1 Kendari Mewujudkan SMK Dipercaya, Oleh : Prof. Hanna

Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Saya membaca Republika.co.id, Selasa (7/11, 2017) menulis meningkatnya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) per Agustus 2017, ditengarai karena belum sepadannya kualitas lulusan SMK dengan kebutuhan industri saat ini. Apalagi penciptaan lapangan kerja di Indonesia pun dinilai masih sangat minim dibanding dengan lulusan SMK setiap tahunnya. Terkait dengan itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Agung Pambudi menjabarkan, ada tiga persoalan mikro yang menjadi persoalan tidak sepadannya kualitas lulusan SMK dengan kebutuhan industri tersebut.

Pertama, kurikulum SMK tidak dirancang sesuai dengan pertumbuhan industri yang berkembang pesat. Kedua, belum memenuhi standar perindustrian, dan ketiga, terletak pada tenaga pengajar SMK yang kurang terampil dan tidak memadai. Bahkan, menurut Agung, ada guru SMK yang sama sekali belum tahu situasi real pabrik atau industri.

Pernyataan tersebut perlu kita apresiasi benar adanya karena kita melihat secara fakta bahwa banyak diantara siswa SMK yang hanya belajar dengan teori sesuai dengan kurikulum yang ditawarkan oleh Kementerian tanpa memikirkan kebutuhan daerah dan perusahaan sebagai pengguna dari alumni itu. Kurikulum yang ada terkesan homogen, tidak memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengembangkan kreativitas siswa untuk berinovasi. Diakui bahwa banyak dari mereka yang kurang terampil. Bahkan ada lulusan SMK yang belum pernah praktik. Padahal praktik untuk membuktikan bahwa faktor bawaan dan potensi anak didik sejak dilahirkan bisa berkembang.

Mengamati aliran Pendidikan Nativisme bertolak dari Leinitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil perkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan pendidikan anak. Aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan anak ditentukan faktor keturunan, yaitu faktor-faktor yang telah dibawa anak sejak lahir. Aliran ini menekankan pada kemampuan diri anak. Sebaliknya faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil perkembangan ditentukan oleh pembawaan yang diperoleh sejak kelahirannya.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top