KPK Dilahirkan Mega, Mati di Tangan Jokowi? – Laman 4 – Kendari Pos
Nasional

KPK Dilahirkan Mega, Mati di Tangan Jokowi?

Untuk diketahui, revisi UU KPK dinilai dapat melemahkan kinerja pemberantasan korupsi. Diantaranya independensi KPK terancam, penyadapan dipersulit dan dibatasi, pembentukan dewan pengawas yang dipilih oleh DPR, sumber penyelidik dan penyidik dibatasi, penuntutan perkara korupsi harus koordinasi dengan Kejaksaan Agung, perkara yang mendapat perhatian masyarakat tidak lagi menjadi kriteria, kewenangan pengambilalihan perkara di penuntutan dipangkas, kewenangan-kewenangan strategis pada proses Penuntutan dihilangkan dan kewenangan KPK untuk mengelola pelaporan dan pemeriksaan LHKPN dipangkas.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif menantang Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah untuk membuktikan bahwa usulan revisi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002 datang dari internal lembaga antirasuah. Tantangan Laode ini merespons pernyataan Fahri yang menyebut revisi UU KPK datang dari pimpinan KPK. “Kalau (dikatakan) usulan revisi UU KPK dari internal KPK, minta Pak Fahri Hamzah tunjukkan saja surat permintaan internal KPK tersebut,” kata Laode saat dikonfirmasi, Jumat (6/9).

Laode memastikan, Fahri Hamzah telah melakukan pembohongan publik jika tidak bisa membuktikan pernyataanya itu. Laode menyesalkan, seorang wakil ketua DPR bisa memunculkan opini bahwa usulan revisi UU KPK berasal dari internal lembaga antirasuah tersebut. “Kalau dia tidak bisa menunjukkan surat permintaan itu, berarti dia melakukan pembohongan publik, dan memutarbalikkan fakta,” ucap Laode.

Laman: 1 2 3 4 5

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy