Ikhtiar KPK Dekati Jokowi – Kendari Pos
Nasional

Ikhtiar KPK Dekati Jokowi

Aksi unjuk rasa Wadah Pegawai KPK di Gedung KPK, Jakarta di tengah kisruh revisi UU KPK, beberapa waktu lalu.


KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah berupaya berdialog dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas undang-undang (UU) baru tentang lembaga antirasuah itu. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya akan menyampaikan beberapa masukan kepada presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu.

“Kami coba berikan masukan ke presiden karena yang tanda tangan (undang-undang) presiden. Terkait apa yang dirasakan, dampak perubahan, meskipun saya enggak tahu apa keputusan presiden,” kata Marwata di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Mantan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta itu mengatakan, UU baru itu memuat sejumlah revisi. Menurutnya, UU baru juga tak menyebut apakah komisioner KPK juga berstatus penyidik maupun penuntut umum.

Selain itu, UU baru juga menambah organ internal KPK. “Organ KPK ditambah, kalau kami lihat itu yang pertama disebutkan dalam urutan itu, dewan pengawas, pimpinan KPK dan pegawai KPK,” tuturnya.

Lebih lanjut Marwata juga belum mengetahui secara pasti apakah nantinya setiap penindakan berupa penahanan dan penyidikan juga harus seizin Dewan Pengawas KPK. Sebab, untuk kegiatan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan harus seizin Dewan Pengawas. “Artinya apa nanti Dewan Pengawas yang akan hadir dalam ekspose? Karena di dalam penjelasan pasal terkait dengan izin penyadapan ada dewan pengawas yang akan memberikan izin penyadapan setelah dilakukan gelar perkara,” katanya.

Marwata pun menduga UU baru bagi KPK hanya menugaskan para komisionernya fokus pada aspek pencegahan. Karena itu KPK akan menyampaikan masukan-masukan kepada Presiden Jokowi sebelum UU KPK hasil revisi diundangkan. “Mungkin kan ada peraturan presiden sebagai penjabaran dari UU ini, nanti seperti apa, tentu kami lihat. Dan ini (UU KPK) juga kan belum ditandatangani presiden,” tandas dia.

Pakar hukum Supardji Ahmad menilai revisi UU KPK tidak akan membuat lembaga anti raduah itu mati. Menurutnya revisi UU KPK tidak akan melemahkan KPK. “Revisi UU KPK itu untuk perbaikan-perbaikan KPK seperti sprindik bocor, kasus-kasus yang tidak jelas kontruksi hukumnya,” ujar Supardji dalam diskusi opini live Trijaya FM di D’Consulate Jakarta, Rabu (18/9).

Menurut Supardji, progresif atau tidaknya pemberantasan korupsi itu dilihat dari materi hukumnya. Secara kewenangan kata dia, KPK tetap kuat. “Tentu kita sama-sama ingin terus memperkuat KPK. Kuat tapi tidak absolut,” tutur Supardji. Karena itu, dirinya tidak setuju kalau revisi dianggap melemahkan atau menguatkan karena menurutnya ini hanya penataan.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top