Hadapi Revolusi Industri 4.0, Dokter Forensik Harus Tingkatkan Wawasan – Kendari Pos
Nasional

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Dokter Forensik Harus Tingkatkan Wawasan

KENDARIPOS.CO.ID — Menghadapi era revolusi industri 4.0, Dokter Forensik harus berbenah. Wawasan dan pengetahuan guna mewujudkan profesionalisme menjadi point penting bagi Dokter Forensik dalam penyelenggaraan scientific crime investigation di era revolusi indusri 4.0.

Foto bersama Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PIT-PDFI) 2019 di Yogyakarta, Kamis (19/9).

Seperti yang diketahui, perkembangan teknologi menjadi tanda era baru yang disebut industri 4.0. Tentunya hal ini menuntut semua pihak, khususnya instansi kepolisian dan kedokteran untuk adaptif terhadap perubahan tekhnologi serta mampu mengaplikasikannya dalam penyelenggaraan scientific crime investigation guna meningkatkan pelayanan kualitas hidup masyarakat. 

“Kemajuan teknologi 4.0, Dokter Forensik juga harus mengambil sikap. Peningkatan kemampuan para dokter forensik menjadi penting adanya,” tutur Mauluddin Kompol Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF, saat dihubungi via selulernya usai menghadiri Muktamar Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PIT-PDFI) 2019 di Yogyakarta.

Ia menuturkan bersama bahwa, dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM mendapatkan materi yang sangat penting dalam menghadapi revolusi industri. “Tidak hanya materi guna meningkatkan wawasan guna menciptakan profesionalisme sebagai Dokter forensik. Acara Muktamar ini juga menjadi ajang silahturahmi antara dokter forensik se Indonesia,” katanya.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusddokes) Polri Brigjenpol Musyafak juga mengingkatkan bahwa, forensik harus memanfaatkan teknologi digital bagi dunia medis. “Forensik sifatnya independen, anggarannya terbatas, dokter harus bekerja dengan profesional,” ungkapnya.

Dua dokter forensik Sulawesi Tenggara (Sultra), Kompol Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF dan dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM. menyempatkan foto bersama usai menghadiri Muktamar Pertemuan Ilmiah Tahunan di Yogyakarta, Kamis (19/9).

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus ikut berkembang dan sejalan dengan berkembangnya teknoligi. “Anak yang masih dalam kandungan saja sudah diketahui jenis kelaminnya. Untuk itu, dokter forensik mulai bekerja dengan standar pendidikan, pelayanan, dan pengembangannya untuk mencapai cita-cita yang diinginkan,” pungkasnya. (yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top