Disertasi Profesor Konyol Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Disertasi Profesor Konyol Oleh : La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Ko kira setelah menyandang gelar Profesor lantas kamu mengira semua katamu akan dibenarkan ? Gampi. Kamu kira setelah menyandang gelar Doktor semua orang akan memandangmu sebagai orang terpelajar? Preet. Secara akademik, mungkin yah. Di internal kampusmu, boleh ya. Tapi, menyangkut publik, woow tunggu dulu. Di hadapan publik, gelar profesor akan dipandang seperti La Kakumbu manakala cara bicaramu terdapat percikan ludah saat bicara. Kenapa? Karena tidak ada profesor yang bicara penuh ludah. Walau bergelar Doktor, kalau menyebut kata tidak sempurna, “betul-betul” kau ucap “bebetul”. Mestinya “amazing” tapi kamu bilang “Poooh” maka oleh publik memanggilmu: Doktor Paket C.

Kalian yang bergelar itu, harus menyadari ini. Yang berpangkat-pangkat itu, harus menyadari ini. Zaman now, kekaguman sudah mengarah ke kemapanan aqidah. Lihatlah Ustaz Abdul Somad yang kehormatannya merata di mana-mana. Pejabat tinggi menghormatinya, rakyat, preman jelata menghargainya. Kamu? Tabalenya. Preman kohormati, pejabat kotakuti. Tabale. Lihatlah penghargaan publik terhadap ustaz-ustaz keluaran pondok lalu bedakan dengan ustaz keluaran kampus. Apalagi ustaz dadakan yang hanya tahu surat kuluhu tapi tampilan sorbannya, lipalipa tangannya, bengkobengko lehernya. Dakala-kala Kiay langitan. Artinya apa? Artinya, ilmumu yang diperoleh secara halal, nilai akademik tanpa rekayasa, akan menghasilkan kehormatan sejati. Sebaliknya, kuliah malas, lulus dengan karena tenaga bukan karena otak, nilai A karena bawa ayam, lulus disertasi karena meja gembol akan menghasilkan kehormatan semu. Cenderung dibully. Kehormatan akademik memang, tengah diuji.

Di tengah morat-maritnya prestasi akademik, merosotnya kehormatan guru besar, nyaris tak adanya perbedaan guru besar dan guru kecil di pesta rakyat. Magister dan doktoral seolah sudah setara diploma tiga zaman orde baru, tiba-tiba dikejutkan dengan disertasi konyol, disertasi seks bebas halal asal suka sama suka. Waompueeee. Ngeri kamu. Llllllolu kamu. Guru besar yang benarkan pun ternyata kondu blas. Apalagi para guru besar di Institut Islam. Dalil apapun yang kamu utarakan, tak akan dibenarkan karena kitab suci Islam, begitu tegas menyatakan: haram. Jangan kamu bilang kamu profesor lantas semua katamu akan dibenarkan. Tidak. Untuk kali ini, Allah SWT memperlihatkan kesalahanmu yang begitu tampak dan nyata. Selama ini, kata-kata guru besar terkesan dibenarkan padahal sesungguhnya salah. Oleh karena masih diperdebatkan hingga pendapat salah tersebut terpaksa dibenarkan karena yang menyatakan adalah: guru besar.

Kali ini, nyata. Terang kesalahannya. Benderang konyolnya. Disertasi doktor itu bilang, hubungan seks di luar nikah dihalalkan asal suka sama suka. Profesor itu dia loloskan. Mereka dosen dan guru besar di perguruan tinggi Islam ternama di Indonesia. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Saya membayangkan, bertamulah laki-laki hidung belang pemilik IUP dan jeti di rumah dosen itu. Anak gadisnya yang cantik jelita menyuguhkan teh. Lalu digoda dengan selembar dolar pecahan 100. Anaknya tergiur. Di hadapan bapaknya ia mengatakan suka sama laki-laki itu, maka didaku-dakulaulah anak gadisnya di hadapan ayahnya. Astaghfirullah.

Wahai dosen pemilik disertasi konyol. Dari mana kodapa uang untuk bayar kuliah hingga ilmumu semiring itu. Motivasi apa yang melandasi anda hingga membuat disertasi seperti itu? Kamu juga wahai guru besar konyol. Dimana kobawa kegurubesaranmu hingga memutuskan LULUS? Kalian kan guru besar di Perguruan Tinggi Islam, yang harus mematuhi dan mengimani Islam. Lalu? Kenapa hingga kalian punya pikiran berbelok? Berbelok karena ilmumu? Berbelok karena pengetahuan yang mengantarmu jadi guru besar? Ck ck ck. Untung bukan saya yang mengangkat rektor dan guru besar. Kalau saya yang menentukan, sebelum dabunyi koana-koana (burung yang berkicau waktu subuh) dan sebelum turun ayam: Saya sudah pecat. (nebansi@yahoo.com)

Oleh : La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top