Sudah Raih Akreditasi Madya, RSUD Buton Kini Bidik Bintang Lima – Kendari Pos
Buton

Sudah Raih Akreditasi Madya, RSUD Buton Kini Bidik Bintang Lima

KENDARIPOS.CO.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton terus berbenah. Akreditas Madya dari Komisi Akreditas Rumah Sakit (KARS) tak membuat manajemen cepat-cepat puas. Tidak hanya dalam meningkatkan pelayanan, namun juga menyiapkan peralatan dan tenaga medis. Rumah sakit plat merah ini kini membidik menjadi RS bertaraf internasional.

Direktur RSUD Buton dr. Ramli Code saat memotong tumpeng (kiri) disaksinkan bupati Buton La Bakry (dua dari kanan), Kapolres Buton AKBP Andi Herman SIK (kedua dari kiri) dan Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Wiranto (kanan)

Direktur RSUD Buton, dr. Ramli Code mengatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan statusnya untuk bisa menjadi rumah sakit berskala internasional. Saat ini, RSUD Buton baru mendapatkan bintang tiga atau akreditasi madya. “Kita telah mendapatkan bintang tiga. Untuk rumah sakit berskla internasional itu harus meraih bintang lima atau paripurna,” kata Ramli Code saat ditemui awak media usai acara syukuran setelah memperoleh akreditasi madya, kemarin.

Ramli Code optimis target bintang lima bisa tercapai ditahun 2020 mendatang. Untuk itulah, pihaknya terus berupaya agar melengkapi persyaratan untuk meraih status paripurna atau bintang lima dari KARS. “Setelah nanti kita lulus paripurna, kita komunikasikan ke pak bupati,” ujarnya.

Untuk meraih bintang lima atau paripurna sambungnya, pihaknya harus memperoleh poin di atas 90 persen dari 15 kriteria atau BAB yang menjadi syarat kelulusan dari KARS. “Jadi ada 15 BAB, lima BAB untuk managemen direktur, lima BAB untuk dokter dan lima BAB untuk perawat. Jadi, semuanya harus lulus di atas 90 persen,” jelasnya.

Masa penilaian akreditasi dilakukan KARS dalam kurun waktu enam bulan. Persoalan yang didapatkan adalah belum adanya kebiasaan dokter dan perawat memperkenalkan diri kepada pasien ataupun keluarga pasien saat melakukan pelayanan. “Hanya persoalan prilaku dokter kepada pasiennya. Seperti pasien dan keluarganya itu harus tahu siapa nama dokter dan perawat yang merawatnya.

Sementara kebiasaan memperkenalkan diri belum terbiasa. Selain itu, obat belum sepenuhnya tersedia di apotek. Seharusnya pelayanan di UGD itu 24 jam dengan respo ntime kurang dari lima menit sudah harus ditangani,” ungkapnya. Untuk diketahui, acara syukuran tersebut turut dihadiri Bupati Buton La Bakry, Kapolres Buton AKBP Andi Herman, Kajari Buton Wiranto, dan pejabat serta kepala OPD lingkup Pemda Buton di halaman Kantor RSUD Buton kecamatan Pasarwajo kabupaten Buton. (b/mel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top