Rusman Sidak Disdukcapil Muna, Warga Pindah Domisili Naik 40 Persen – Kendari Pos
Muna

Rusman Sidak Disdukcapil Muna, Warga Pindah Domisili Naik 40 Persen

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna LM. Rusman Emba melakukan inspeksi mendadak di kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil). Namun kunjungan kali ini bukan sekedar mengawasi kinerja aparaturnya, namun juga mengecek jumlah warga yang pindah domisili. Sidak yang dilakukan Rusman Emba ini tak lain merespon laporan masyarakat terkait adanya warga yang mengurus kepindahan ke Muna dengan jumlah yang tidak lazim.

SIDAK : Bupati Muna, LM Rusman Emba (kanan) saat mengecek data kepindahan warga Mubar, Senin (5/8). Ia diterima Kepala Dinas Dukcapil Kab. Muna (tengah) Abdul Munir saat melakukan sidak.

Mengetahui kedatangan orang nomor satu di Bumi Sowite tiba-tiba berkunjung ke kantornya, Abdul Munir, Kepala Dinas Dukcapil langsung sigap menyiapkan data. Dari ruang kerjanya, ia menyodorkan sebuah list daftar nama penduduk Muna Barat (Mubar) yang bolak-balik di kantornya medio Oktober 2018 sampai April 2019. Tercatat 323 orang mengurus pindah. Angkanya naik 40 persen menjadi 441 orang di periode Mei sampai Juli 2019. Data itu berulang-ulang dibaca Bupati Muna LM. Rusman Emba.

Rusman mengaku mendapat laporan dari anak buahnya jika ada upaya mobilisasi pegawai Pemkab Mubar ke Muna. Awalnya, ia menduga untuk kepentingan suksesi 2020 mendatang. Kecurigaan itu muncul usai Bupati Muna Barat LM. Rajiun Tumada menyatakan diri ikut Pilkada. “Ternyata tidak ada hubungannya dengan politik. Murni mereka ingin pindah saja,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu mengaku sangat terbuka pada siapa saja yang ingin tinggal di otoritanya, termasuk warga Mubar. Soal pindah wilayah administrasi dianggapnya sah-sah saja. Usai mendengarkan penjelasan Abdul Munir, Rusman berkesimpulan jika kepindahan penduduk Mubar didominasi honorer dan pegawai non job. “Kalau ASN bertambah di Muna, pasti ada korelasi dengan dana alokasi umum daerah,” paparnya.

Kepala Dinas Dukcapil Muna, Abdul Munir menerangkan 441 penduduk pindah dengan alasan bervariasi. Ada yang ingin ikut keluarga ataupun soal privasi lain. Namun khusus pegawai dan honorer yang teridentifikasi masuk ke Muna, alasannya karena dipecat ataupun non job. “Biasanya karena dipindahkan diwilayah jauh, makanya memilih pindah tugas lagi di Muna,” paparnya.

Sebenarnya, pihaknya menerima lebih banyak permohonan pindah domisili warga Mubar. Namun ia selektif sebelum memberi pengesahan. Ia merasa perlu melakukan hal itu sebab hal teknis. “Kami tanyakan alasannya pindah. Kalau ASN, kami mintai rekomendasi desa tempat tujuan,” sambungnya. Munir memastikan pihaknya tidak diskriminatif dalam menyelenggarakan pelayanan. Soal identifikasi warga Mubar itu hanya keperluan pendataan untuk evaluasi. “Tidak ada larangan masuk ke Muna bagi siapa saja, asal dengan alasan yang jelas,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top