Pungli di Kampus, Oknum Dosen Pembimbing Dilapor Polisi – Kendari Pos
Aneka

Pungli di Kampus, Oknum Dosen Pembimbing Dilapor Polisi

KENDARIPOS.CO.ID — Dua orang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), berinisial MRZ dan FR tampaknya sudah kepalang kesal. Keduanya melaporkan dosen pembimbing proposalnya berinisial AS ke tim Investigasi Pelanggaran Kode Etik FH UPR karena diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) jutaan rupiah.

”Saya buat (laporan itu) secara sadar dan sehat. Saya merasa keberatan dengan pungli di kampus. Jadi saya bikin surat itu ke tim investigasi kode etik,” kata Mahasiswa FH UPR berinisial FR saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Palangka Raya, sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Minggu (4/8).

Berdasarkan laporan yang dibuat FR, dosen berinisial AS pada 30 April 2019 meminta uang sebesar Rp 2 juta di depan perpustakaan FH UPR. Namun, permintaan tersebut ditolak FR. AS pada 3 Mei 2019 kembali menanyakan perihal permintaan uang kepada FR, namun kembali ditolak.
Setelah FR beberapa kali menolak permintaan uang sebesar Rp 2 juta itu, proses bimbingan proposal mulai terhambat karena AS mengulur-ulur waktu dan mengeluarkan pernyataan tidak ada waktu. Dengan keadaan terpaksa, FR meminta tolong dan memberikan uang Rp 2 juta pada 10 Mei 2019 sekitar pukul 12.30 WIB di area Timezone Mega Town Square (Metos). ”Uang sebesar Rp 2 juta yang saya serahkan itu atas sepengetahuan orang tua saya di rumah,” kata FR.

Selain FR, oknum dosen AS juga meminta uang kepada MRZ sebesar Rp 5 juta. Permintaan uang Rp 5 juta itu diiringi dengan pernyataan jika ingin dibantu dalam proses penyusunan proposal. MRZ pun meminta kepada orang tuanya. Namun, karena tidak memiliki uang sebesar Rp 5 juta, orang tua MRZ hanya mampu Rp 2 juta.

Setelah berkomunikasi dengan AS, akhirnya disetujui uang permintaan dari Rp 5 juta menjadi Rp 2 juta. Uang sebesar Rp 2 juta itu pun diserahkan kepada AS pada 5 April 2019 sekitar pukul 15.00 WIB di perpustakaan kampus FH UPR. ”Iya, (laporan kepada tim investigasi FH UPR) itu saya yang buat. (Nomor kontak AS) nggak ada, mas. Saya hapus nomornya,” kata MRZ saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Ketika redaksi mencoba konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan, nomor telepon AS tidak dapat dihubungi. Pesan singkat yang dikirim pun belum masuk. Bahkan sampai berita ini ditayangkan, konfirmasi terus dilakukan kepada AS.

Sementara itu, Wakil Dekan I FH UPR Heriamariaty saat dihubungi melalui pesan singkat menyatakan bahwa permasalahan dugaan pungli tersebut sebaiknya langsung ditanyakan ke Dekan FH UPR Jhon Terson. “Untuk memastikan kebenaran ada atau tidak adanya pungli di Fakultas Hukum UPR, maka terkait hal tersebut sudah ada surat resmi pelaporan kepada Dekan Fakultas Hukum UPR. Jadi kapasitas untuk menjawab tersebut silakan konfirmasi ke dekan saja, ya,” balas Heriamariaty melalui pesan singkat.

Redaksi lantas menghubungi Dekan FH UPR Jhon Terson, namun belum bisa masuk karena panggilan masuk dibatasi. Pesan singkat yang dikirim ke Dekan FH UPR tersebut pun belum tahu apakah sudah diterima atau belum. Sampai berita ini ditayangkan, belum ada balasan melalui pesan singkat. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy