Pilkada Konsel 2020 : Petahana Kokoh, Penantang Berpeluang – Kendari Pos
Nasional

Pilkada Konsel 2020 : Petahana Kokoh, Penantang Berpeluang


KENDARIPOS.CO.ID — Genderang Pilkada serentak 2020 belum ditabalkan. Tapi tabuh-tabuhan kecil menuju Pilkada sudah mulai terdengar di tujuh daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Ada duet kepala daerah yang masih solid tampil pada periode kedua. Ada pasangan kepala daerah yang berpotensi “cerai” dan menggandeng politisi lain. Mesin politiknya dipanasi. Lalu mereka bermetamorfosis sebagai penantang sang petahana.

Di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), tensi politik Pilkada sudah mulai terasa. Lobi-lobi politik sudah mulai digencarkan. Nama politisi kawakan muncul ke permukaan dan disebut-sebut sebagai kompetitor tangguh. Nama sekaliber Muh.Endang SA, Irham Kalenggo, dan Arsalim Arifin berada dalam barisan penantang. Politisi lain, Rasyid dinilai berada dalam poros tengah.

Pakar Komunikasi Politik Sutra, Muh. Najib Husain berpendapat, tantangan Surunuddin Dangga pada Pilkada Konsel akan lebih berdinamika. “Ada nilai lebih yang dimiliki oleh Surunuddin sebagai petahana. Selain sudah berpengalaman dalam kontestasi Pilkada, Ketua DPD Golkar Konsel itu banyak meraih prestasi selama memimpin Konsel,” ujar Najib Husain saat dihubungi, Rabu (7/8).

Surunuddin dinilai masih kokoh (masih sulit dikalahkan) dengan sederet prestasi pembangunan yang ditorehkan. Program pembangunannya yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat menjadi poin tersendiri. Pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok akan menopang Surunuddin Dangga.

Catatan tersebut cukup mampu menopang elektabilitas Surunuddin Dangga menuju singgasana bupati periode kedua. Najib mengingatkan harus diwaspada munculnya beberapa sosok yang dikabarkan bakal menantang dan dinilai cukup tangguh. Salah satunya Arsalim Arifin yang merupakan wakilnya saat ini bakal tampil sebagai rivalnya. Arsalim Arifin tentu memiliki basis pemilih loyal.

Sosok lainnya, Muh. Endang yang diperkirakan bakal unjuk diri menjadi kompetitor yang wajib diperhitungkan. Jika benar Ketua DPD Partai Demokrat Sultra itu melawan Surunuddin, akan terjadi “pertarungan” jilid dua di antara keduanya. “Besar kemungkinan Endang ikut tampil,” imbuh Najib.

Tantangan lainnya juga
kemungkinan datang dari kader separtainya di Golkar, Irham Kalenggo. Ketua DPRD Konsel ini dikabarkan akan turut mengisi bursa calon Pilkada Konsel.”Dalam Pilkada, peran
partai dalam menggaet pemilih tidak begitu signifikan. Yang paling berpengaruh adalah figuritas,” terang Najib.

Alumnus Universitas
Hasanuddin ini menyebut, akan lebih baik jika Surunuddin dan Irham bersatu jika tidak ada yang mau mengalah. “Saling melawan hanya akan menguras energi. Lebih baik mereka berkompromi dalam internal partai, ” pendapatnya.

Lain cerita jika Surunuddin dan Irham Kalenggo bersatu melawan Arsalim dan Endang. Jika komposisinya demikian, kata Najib, pertarungan akan sangat menarik. Dengan kata lain, posisinya seimbang. Sama-sama kuat.

Ketua Jurusan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) ini meyakini, sangat kecil kemungkinan Endang dan Surunuddin bersatu. Keduanya berambisi untuk tampil sebagai kosong satu. Sehingga, menurutnya, faktor penentu kemenangan Surunuddin terletak pada siapa wakilnya. “Tapi dalam politik tidak ada yang pasti. Mari menanti bagaimana dinamika politik ini berjalan,” tuturnya.

Ada pun kehadiran Rasyid, ia menilai, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu akan menjadi poros tengah dalam kompetisi. Dengan catatan, hanya tiga pasang calon yang maju. Sebab, jika tampil sebagai calon bupati, Rasyid tidak setangguh lawan lainnya. “Posisinya kurang kuat. Lebih realiatis jika maju sebagai wakil,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Sultra, Muh. Basri saat dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini partai berlambang pohon beringin itu belum menentukan sikap soal kader mana yang akan didukung pada Pilkada Konsel. “Kita masih menunggu hasil survei yang akan dilakukan DPP. Kepada kader Golkar, silahkan unjuk diri. Partai tentu akan memilih figur yang paling berpeluang menang,” ucap Basri, kemarin.

Untuk diketahui, semua partai pemilik kursi di Pileg 2019 Konsel wajib berkoalisi untuk mengusung calon di Pilkada 2020. Jika mengacu pada standar jumlah dukungan minimal 20 persen dari total kursi, masing-masing partai harus memiliki paling sedikit tujuh kursi. Dalam beberapa kesempatan, Muh.Endang, Irham Kalenggo dan Arsalim Arifin sudah menyatakan siap tampil di kontestasi Pilkada Konsel. “Politik itu dinamis. Intinya jika partai mengamanahkan, saya kira kita harus laksanakan. Harus maju,” ujar Arsalim.

Ketua DPRD Konsel, Irham sudah pamit kepada Surunuddin Dangga untuk tampil bertarung. “Sebagai sahabat, senior dan orang tua, apalagi beliau bupati dan saya Ketua DPRD. Saya sudah sewan beliau dan sampaikan niatan saya ini,” kata Irham.

Begitu pula Muh.Endang SA. Ketua DPD Parai Demokrat Sultra itu telah membangun komunikasi dengan beberapa figur. “Komunikasi dan silaturahmi mengenai Pilkada 2020 dengan mereka berjalan terus. Kita kembalikan kepada masyarakat, kalau mereka butuhkan kita, maka harus maju,” ungkapnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy