Penerimaan CPNS Dibuka Oktober, Pengangkatan Guru Honorer Dihentikan – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Penerimaan CPNS Dibuka Oktober, Pengangkatan Guru Honorer Dihentikan

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah memastikan menghentikan pengangkatan guru honorer. Pemerintah kini fokus untuk menyelesaikan masalah guru tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan tidak akan ada lagi pengangkatan guru honorer. Saat ini menurutnya pemerintah lebih fokus menyelesaikan persoalan guru honorer yang sudah ada. “MenPAN juga sudah menyampaikan supaya tidak ada lagi pengangkatan guru honorer. Yang ada ini mau kita selesaikan,” ujar Muhadjir, Rabu (31/1). Dijelaskannya, pemerintah memiliki tiga skenario pengangkatan guru. Pertama untuk menuntaskan guru honorer, kedua mengganti guru yang masa pensiunnya akan berakhir. Dan ketiga menambah atau mengangkat guru dikarenakan adanya penambahan jumlah sekolah.

Selain itu, dikatakan Muhadjir, dirinya juga menyampaikan usulan agar masa pensiun guru diperpanjang, sambil menunggu pengangkatan ASN yang tetap. Pengasan usulan tersebut akan disertai dengan surat edaran. “Nanti segera akan kita buatkan edaran. Insya Allah akan ada surat edaran bersama antara saya dengan Mendagri. Untuk itu, nanti kalau ada yang masih nekat mereka tentu saja akan kita beri sanksi. Hal itu dikarenakan guru pensiun kan 60 tahun, saya kira kalau masih segar bugar masih bisa bertahan sampai 5 tahun. Sehingga kita memberi kesempatan sampai tahun 2024. Kami berjanji akan berusaha untuk akan menuntaskan masalah guru honorer,” jelas Muhadjir Effendy.

Rencananya rekrutmen akan dilakukan secara bertahap sehingga pada tahun 2024, sehingga dapat menuntaskan sekitar 700.000 lebih guru yang sekarang masih berstatus honorer. Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan pemerintah mengumumkan secara resmi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap dua dibuka pada Oktober 2019.

Dikatakannya, total kebutuhan ASN nasional 2019 berjumlah 254.173. Mencakup 100.000 formasi CPNS dan 100.000 formasi P3K Tahap Kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi P3K Tahap Pertama. “Dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah. Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak, oleh karena itu beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah,” kata Bima, kemarin.

Sebagai Ketua Pelaksana Panitia Seleksi ASN Nasional (Panselnas), Bima juga meminta agar para pelamar harus melangkapi persyaratan yang telah diatur. Sebab pada seleksi CPNS 2018, banyak kendala yang dialami pelamar. Pertama, database kependudukan yang tidak update.
“Terutama kesulitan pelamar melakukan update Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) daerah dan pusat,” imbuhnya. (gw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy