Merugi, Pengelola Kolam Renang Pantai Berova Kolut “Angkat Tangan” – Kendari Pos
Aneka

Merugi, Pengelola Kolam Renang Pantai Berova Kolut “Angkat Tangan”

KENDARIPOS.CO.ID — Sengkarut pengelolaan kolam renang Pantai Berova tak kunjung tuntas. Pemerintah Desa (Pemdes) Pitulua, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut) yang selama ini menjadi pengelola memilih “angkat tangan”. Biaya operasional dianggap cukup besar. Jangankan bicara untung, membayar tagihan untuk pembelian air kolam saja tak mampu. Pendapatan yang diperoleh dari tarif masuk pengunjung hanya kisaran 2-3 juta perbulan. Sementara biaya sekali pengisian air kolam renang sebesar Rp 5 juta. Selama ini, distribusi air kolam disuplai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kolut. Tak mengherankan, kolam renang Pantai Berova diberikan terlantar berbulan-bulan.

Kolam renang Pantai Berova selama beberapa bulan terakhir dibiarkan terlantar. Pihak pengelola memilih angkat tangan. Jangankan berharap untung, membayar tagihan untuk pembelian air kolam saja tak mampu.

Wakil Bupati (Wabup) Kolut, H. Abbas meminta instansi terkait menuntaskan persoalan ini. Ia lalu menginstruksikan Dinas Parawisata segera berkonsultasi ke bagian hukum. Upaya ini tak lain untuk mencari jalan tengah agar pengelola dan PDAM sama-sama tidak merugi.
“Kita harus melihat dari kedua sisi agar tidak ada yang dirugikan antara pihak pengelolah dan PDAM. Jadi, nanti kami kaji dulu. Yang pastinya, kolam renang tersebut akan difungsikan secepatnya,” tandas pasangan Nur Rahman Umar ini.

Kepala Dinas Parawisata (Dispar) Kolut, Muhammad Idris AR mengatakan sangat sulit jika kondisinya masih seperti ini. Siapa pun yang mengelola, tidak akan mampu menutupi. Dalam sebulan sekali harus dilakukan pergantian air kolam. Makanya, pihaknya telah meminta kebijaksanaan PDAM membantu mengatasi persoalan ini dengan menekan sedikit tarif penjualan per-detiknya. “Dengan hanya meraup 2-3 juta perbulan, agak sulit bagi pengelola mendapat untung. Sulit karena biaya pengisian lebih mahal dari pada pendapatan. Untuk itulah, kami mengusulkan agar tarifnya bisa diturunkan,” imbuhnya.

Direktur PDAM Tirta Tampanama, Jumadi mengatakan siap membuka ruang komunikasi. Bagi PDAM, pihaknya hanya butuh kebijakan dari Pemda Kolut. Sebagai perusahaan, PDAM setiap tahun iaudit laporan pemakaian air. Jika Pemda tidak mempersoalkan, PDAM tentu tidak ada masaalah. Lagi pula, soal stok cadangan air dua kali lipat penduduk saat ini masih bisa dipenuhi. “Hanya butuh kebijakan saja. Pasalnya, kita juga diaudit dan hal ini juga mempengaruhi ‘kesehatan’ PDAM dan pasti juga berdampak ke audit daerah,” ujarnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy