Kendaraan di Atas 15 Ton Dilarang Lewati Jembatan Bailey Pohara – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kendaraan di Atas 15 Ton Dilarang Lewati Jembatan Bailey Pohara

KENDARIPOS.CO.ID — Jembatan bailey yang memghubungkan jalan putus di jalur trans Sulawesi, poros Sampara, Kabupaten Konawe sudah bisa digunakan, kemarin. Pengendara roda dua maupun empat sudah bisa lewat di jembatan tersebut. Hanya saja, ada pengecualian bagi kendaraan yang beratnya di atas 15 ton. Peresmian penggunaan jembatan balley ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Wisnu Putra.

Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Wisnu Putra (depan, tengah) bersama jajaran dan pihak balai saat memantau kesiapan jembatan balley di jalur trans Sulawesi, poros Sampara, Kabupaten Konawe.

Kasat Lantas Polres Konawe, Iptu Arifin menjelaskan, uji coba jembatan di jalan sampara sempat batal, karena masih ada pembenahan dari pihak pekerjaan umum (PU). Namun, Rabu (31/7) jembatan tersebut sukses diuji coba, dan telah diresmikan. “Sekarang jembatan sudah bisa dilewati,” ujarnya. Semua kendaran bisa lewat jembatan. Tidak ada lagi yang lewat di jalan samping. Karena masih dalam proses perbaikan. Tapi, untuk truk harus lebih memperhatikan kendaraan lain. Karena lebar jembatan hanya 4,5 meter. “Jadi tetap harus antre kalau truk lewat,” jelasnya.

Lanjut dia, jembatan tersebut akan difungsikan selama proses perbaikan jalan sampara dilakukan. “Estimasi perbaikan jalan provinsi empat atau lima bulan ke depan. Jadi selama itu, jembatan ini akan terus digunakan, sampai jalur biasa bisa digunakan kembali,” katanya. Adanya larangan kendaraan di atas 15 ton lewat pernah disampaikan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara. “Kami akan batasi kapasitas kendaraan yang melintas. Di atas 15 ton, kami tidak izinkan kendaraan melintasi Bailey,” tegasnya.

Yohanis menambahkan, pemanfaatan jembatan Bailey selebar empat meter itu, bakal menerapkan sistem buka tutup jalan. Lanjut Yohanis, jembatan Bailey menjadi solusi sementara bagi warga yang hendak melewati jalur Trans Sulawesi. Jembatan itu, kata dia, akan difungsikan sembari BPJN XXI Kendari melakukan penimbunan di sisi Sungai Pohara. Sebagai solusi permanen, Agustus mendatang lelang pengerjaan jalur Pohara itu akan segera dimulai.

“Kami tidak bekerja sendiri. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kendari juga berencana melakukan normalisasi sungai. Kami dari segi jalannya. Target kita, kalau lalu lalangnya lancar, paling setahun jalan itu akan selesai dikerja,” imbuhnya. (b/hel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy