Hasil Pemeriksaan, Hewan Kurban di Baubau Aman dari Penyakit Berbahaya – Kendari Pos
Bau-bau

Hasil Pemeriksaan, Hewan Kurban di Baubau Aman dari Penyakit Berbahaya

KENDARIPOS.CO.ID — Mengantisipasi penyebaran virus berbahaya, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Baubau mulai memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Tidak hanya di petani, sejumlah titik yang menjadi lokasi penampungan sapi dan kambing turut dikunjungi dan diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, DistannakKota Baubau, belum ditemukan penyakit berbahaya yang bisa menular pada manusia.

Tim pengawasan kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kota Baubau memberikan suntikan anti biotik pada hewan kurban yang mengalami penyakit pink eye.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Distannak Kota Baubau, drh. Jusriati mengatakan giat yang dilakulan adalah pemeriksaan ante mortem yang selalu dilakukan menjelang hari raya Idul Adha. Tujuanya untuk memastikan kondisi ternak layak dijadikan hewan kurban. “Dari hasil pemeriksaan hingga hari ini, kita tidak menemukan peyakit berbahaya dan menular dari ternak ke manusia atau penyakit yang sifatnya zoonosis,” ujarnya saat dikonfirmasi disela-sela pemeriksaan hewan kurban, Senin (5/8).

Jenis penyakit menular dari ternak ke manusia yang diwaspadai kata dia, adalah bruselosis dan antrax. Namun, masyarakat Kota Baubau tidak perlu cemas akan hal itu. Sebab, penyakit berbahaya itu tidak ditemukan di Baubau. “Penyakit bruselosis ditandai dengan bengkaknya persendian dan kami tidak temukan. Termasuk penyakit antrax yang ditandai dengan keluarnya darah dari lubang alami yaitu, lubang hidung, telinga, vagina, dan lubang anus. Tidak ada kita temukan,” terangnya.

Namun demikian, ada enam ekor kambing yang ditemukan mengidap penyakit pink eye (sakit mata). Namun ia memastikan idak berbahaya bagi kesehatan manusia. “Hewan yang sakit sudah kita berikan suntikan anti biotik,” sambungnya. Meski belum ada temuan, pihaknnya akan memperketat pengawasan terhadap ternak yang akan dikurbankan. “Yang pasti, pengawasan yang kami lakukan ini akan terus berlanjut. Pada hari H, kita juga akan turun melakukan pemeriksaan pos mortem. Dengan memeriksa daging, hati dan jantung hewan kurban yang telah dipotong. Jangan sampai hewan kurbanya cacingan. Kita sudah siapkan tim sebanyak 10 orang,” pungkasnya. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top