Bayi Kembar Siam Asal Kendari Azila dan Aqila : Usianya Sudah 16 Bulan, Biaya Operasi Rp 1,9 Miliar – Kendari Pos
Metro Kendari

Bayi Kembar Siam Asal Kendari Azila dan Aqila : Usianya Sudah 16 Bulan, Biaya Operasi Rp 1,9 Miliar

KENDARIPOS.CO.ID — Raut wajah Jayasrin tampak ceria. Pria 25 tahun ini senang. Sebab, sudah mendapat kejelasan terkait nasib buah hatinya, Azila dan Aqila yang mengalami dempet perut (kembar siam). Penantian selama tujuh bulan, kini terjawab. Pihak RSUD Kota Kendari sudah menginformasikan kalau hari ini Kamis (1/8), bayi mungil itu akan diterbangkan ke Surabaya untuk menjalani operasi di Rumah Sakit dr. Sutomo.

Adi Hidayat, Kendari

Perasaan Jayasrin campur aduk saat ditemui di ruang Perinologi RSUD Kota Kendari, kemarin. Wajahnya cerah. Sangat kontradiksi dengan tatapan matanya yang sendu. Bahagia dan sedih melebur jadi satu. “Alhamdulillah saya sehat. Bayi kembar saya (Azila dan Aqila), kondisinya juga baik. Hanya istri saya (Selvina Dewi) agak sedikit kecapean karena menimang buah hati kami yang rewel semalaman,” ucap Jayasrin memulai percakapan.

Jayasrin bercerita, saat ini Azila dan Aqila sudah berusia 16 bulan. Lahir pada 7 Maret 2018 dalam kondisi kehamilan yang prematur, perjuangan Jayasrin, istri dan pihak keluarga begitu keras. Ditambah lagi, kemampuan keuangan mereka yang pas-pasan. Ia mengaku sempat menjadi pengemudi ojek online, bahkan sopir truk di Kecamatan Morosi untuk menyambung hidup. Pendapatannya, dia sisihkan sebagian buat keperluan beli susu, popok dan perlengkapan bayi. Jayasrin mengaku, sempat frustasi memikirkan operasi pemisahan bayi mungilnya itu.

“Saya sedang diuji Tuhan. Makanya, saya harus kuat dan tidak boleh putus asa. Perjuangan saya selama ini tidak sia-sia. Akhirnya anak saya bisa juga dioperasi di RS dr Soetomo Surabaya,” ungkapnya. Berita awal kepastian rujukan buah hatinya, diperoleh dari dr Yeni Sp.A, petugas yang menangani bayinya selama ini. Menurut Jayasrin, dr Yeni menginfokan lewat telepon singkat. Berselang tiga hari kemudian, ia kembali dihubungi pihak RSUD Kota Kendari. “dr Yeni minta saya supaya segera siap-siap. Karena 1 Agustus (hari ini, red) akan dirujuk ke Surabaya. Semua administrasi dan surat-surat lain, pihak rumah sakit yang urus,” bebernya.

Azila dan Aqila, bayi kembar siam mendapat perawatan instensif dari dokter di RSUD Kota Kendari. Rencana, hari ini (1/8), akan diterbangkan ke Surabaya untuk menjalani operasi di Rumah Sakit dr. Sutomo. Butuh biaya Rp 1 miliar lebih untuk operasi pemisahan badan keduanya.

Menyangkut keberangkatan ke Surabaya, Jayasrin menambahkan, dari pihak keluarga, hanya dirinya beserta istri dan anak kembarnya yang akan menuju ke RS dr Soetomo. Sementara dari pihak medis, ada dr Amran (Direktur Utama RSUD Kota Kendari), dr Yeni Sp.A dan bidan Nana akan mendampingi penerbangannya ke Surabaya. Terkecuali Dirut RSUD Kota Kendari, lanjut Jayasrin, biaya pesawat pulang pergi (PP) rombongan menjadi tanggungan pribadinya. Duit itu didapat dari donasi yang berhasil dikumpulkan oleh masyarakat yang bersimpati atas kondisi buah hatinya.

“Kami naik Lion Air ke Surabaya. Tiketnya Rp 1 Juta per orang. Kalau dr Yeni dan bidan Nana, hanya mengantar saja, lalu kembali ke Kendari. Dirut RSUD Kota Kendari mungkin akan menemani kami selama beberapa hari di sana,” ucapnya.

Lebih jauh Jayasrin menjelaskan, uang donasi yang dimiliki saat ini berjumlah puluhan juta. Uang itu akan digunakan untuk membiayai semua keperluan sebelum dan pasca operasi nanti. Selain itu, dia menyebut, semua biaya operasi pemisahan buah hatinya ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kendari, Pemkot Kendari dan juga Pemkot Surabaya.

“Yang saya tahu, BPJS menanggung Rp 84 juta. Sumbangan Pemkot Kendari dan Surabaya saya tidak diberitahu. Yang jelas, pihak RSUD Kota Kendari bilang, biaya operasi pemisahan bayi saya berjumlah Rp 1,9 miliar. Sebab, operasi nanti akan melibatkan 30 dokter spesialis,” terangnya.

Operasi pemisahan badan Azila dan Aqila akan dilakukan 8 Agustus mendatang di RS dr Soetomo Surabaya. Namun, satu minggu sebelum itu, buah hatinya terlebih dahulu akan menjalani fisiotherapi serta pengecekan kesehatan, kelengkapan organ tubuh. Bahasa dokter, kemungkinan lama operasi pemisahan tubuh tersebut akan memakan waktu 3-4 jam. Sementara, untuk pemulihan pasca operasi, sambungnya, diprediksi akan menghabiskan waktu selama 3 bulan lamanya.

“Tiga bulan setelah operasi, kita baru bisa kembali ke Kendari. Saya minta doanya, semoga operasi pemisahan tubuh anak saya berjalan lancar. Kepada pihak lain yang sudah membantu, saya juga ucapkan banyak terima kasih. Semoga Allah SWT membalas segal kebaikan saudara sekalian,” imbuhnya. (b/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy