Wapres : ASN Harus Siap Ditempatkan di Daerah Terpencil – Kendari Pos
Nasional

Wapres : ASN Harus Siap Ditempatkan di Daerah Terpencil

Jusuf Kalla

KENDARIPOS.CO.ID — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta seluruh ASN untuk tidak protes apabila ditugaskan ke daerah terpencil, sesuai kebutuhan pemerintah. Karena itu, merupakan bentuk pengabdian kepada negara. “Jangan Anda ditempatkan di tempat-tempat yang jauh, kemudian anda protes, anda harus rela untuk itu. Anda harus siap bekerja di mana pun bangsa ini. Anda harus siap bekerja keras. Itulah tekad dan pengabdian semuanya,” katanya.

Dengan menempatkan ASN di seluruh wilayah Indonesia, maka diharapkan pembangunan akan merata sehingga tidak ada lagi dikotomi pembangunan Jawa dan non-Jawa. Selain itu, lanjut JK, penempatan ASN di luar daerah asalnya juga dapat bertujuan untuk meningkatkan toleransi antarsuku dan antarbudaya di daerah.

“Kita tidak lagi mempunyai prinsip bahwa di Jawa diatur birokrasinya oleh orang Jawa, di Makassar harus orang Makassar, di Medan harus orang Medan. Kita ini bangsa yang besar, sehingga anda harus siap ditempatkan di mana saja agar bangsa ini kokoh dan bersatu,” jelasnya.
Perubahan teknologi, telah membawa perubahan pada gaya birokrasi yang sebelumnya manual menjadi electronic government (e-government). Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh gagap teknologi alias gaptek. “Kalau anak muda seperti Anda tidak boleh ada istilah gaptek. Gaptek untuk generasi saya. Untuk generasi Anda tidak ada istilah gaptek, tidak mengerti bagaimana menggunakan teknologi. Semua harus melek teknologi harus paham apa perkembangan terakhir,” Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, kemarin.

Penegasan Bambang itu dipaparkan saat menjadi inspiring speaker pada acara Presidential Lecture 2019, di Istora Senayan Jakarta. “Dihadapan saya ini ada 6.198 calon ASN. Saya yakin penerapan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sudah ada di kepala. Apalagi ASN saat ini harus dapat memenuhi empat tuntutan masyarakat ke depan,” terangnya.

Yang pertama, sebut Bambang, mampu menerapkan smart government melalui optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan digitalisasi. Kedua, penerapan open goverment dimana output ASN dapat diketahui publik dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Selanjutnya big data driven policy, dimana media sosial menjadi refleksi tuntutan publik kepada pemerintah. Melalui pemanfaatan big data, pemerintah dapat menangkap aspirasi masyarakat serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Terakhir, lanjut Bambang, cultural shifting atau pergeseran budaya karena tuntutan zaman. “Budaya melayani dilakuan karena tuntutan jaman. Posisikan Anda di sektor swasta, kalau Anda tidak memberikan yang terbaik, Anda bisa bangkrut, atau Anda bisa dipecat, artinya culture shifting menunjuk anda untuk selalu memberikan yang terbaik dalam berbagai hal,” jelasnya.

Bambang Brodjonegoro berpesan agar ASN dapat menjadi pribadi yang fleksibel, terbuka dan adaptif. Para ASN tidak perlu berlama-lama di kantor hanya untuk menunjukan seolah-olah pegawai rajin. Namun yang terpenting adalah dengan waktu terbatas, ASN dapat melakukan banyak hal yang berguna.

Selain itu, ASN juga diminta untuk menghilangkan ego sektoral yang sering terjadi antar tiap unit kerja sehingga menyebabkan pelayanan menjadi kurang optimal. “ASN harus menjadi leader. Leader yang bisa merangkul semua pihak. Jangan kemudian hanya menjadi followers,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Bambang juga menekankan ASN harus memegang nilai integritas untuk menciptakan birokrasi yang bersih, birokrasi yang efisien.

Untuk diketahui Presidential Lecture tahun 2019 merupakan kuliah umum yang kedua kalinya diberikan kepada CPNS yang telah lulus seleksi sebagai bekal bagi pegawai pemerintah tersebut dalam menjalankan program prioritas untuk pertumbuhan dan pembangunan.

Menteri PANRB Syafruddin mengatakan penerimaan CPNS Tahun 2018 memperoleh 164.783 orang dari formasi umum, 6.307 orang dari formasi cumlaude, 1.808 penyandang difabel, 604 dari Papua dan Papua Barat, 23 dari diaspora, 287 olahragawan berprestasi internasional, dan 6.812 tenaga honorer K-II. (ful)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy