Tegakan Hukum Secara Profesional, Polres Muna Sukses Tekan Angka Penyakit Masyarakat – Kendari Pos
Muna

Tegakan Hukum Secara Profesional, Polres Muna Sukses Tekan Angka Penyakit Masyarakat

AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga

KENDARIPOS.CO.ID — Wilayah Polres Muna punya catatan “khusus” dalam urusan angka kriminalitas pada era 2017 ke bawah. AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengaku sempat merasa terhantui kala mendapat perintah memegang tongkat komando di Polres Muna. Baginya, memimpin penegakan hukum di daerah keras menjadi tantangan tersendiri.

Pada 2016, Polres Muna berurusan dengan 1.356 kasus kriminal. Data itu menekan mental AKBP Agung Ramos yang resmi bertugas pada 8 Mei 2017. Apalagi, kasus dua kali pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada tensi politik kian tinggi. Masyarakat mudah terprovokasi dan memicu kerawanan konflik sosial. “Saya berpikir keras bagaimana menyesuaikan diri di tengah kondisi sosial seperti itu,” ujarnya kepada Kendari Pos dalam sebuah kesempatan.

AKBP Agung Ramos menemukan cara elegan. Ia bersama jajaran Polres Muna gencar melakukan safari. Masyarakat di sambangi, rumah ibadah dikunjungi, silaturahmi ke pondok pesantren dan tokoh politik. Bahkan Wakapolres Muna, Kompol Yusuf Mars tidak jarang menjadi khatib salat berjamaah diberbagai masjid. Pendekatan humanis itu ternyata efektif meningkatkan sinergi. Hasilnya pada 2017, angka kriminal turun 10 persen menjadi 1.214 kasus.

“Saudara-saudara saya di Muna maupun di Buton Utara itu ternyata ramah. Asal kita menyentuh dengan hati bukan semata pikiran. Malah masyarakat sangat mendukung kinerja kami saat ini,” urai AKBP Agung Ramos.

Langkah preventif memang efektif. Polres Muna termasuk paling giat menyambangi hajatan masyarakat ataupun menggelar acara sosial seperti kerja bakti di rumah ibadah maupun sunatan massal. Polres juga melakukan pemetaan daerah rawan agar pendekatan sosial lebih terukur. “Tidak selamanya polisi harus keras. Malah harus lebih humanis agar lebih bisa bersahabat dengan masyarakat,” sambung AKBP Agung Ramos.

Soal pendekatan sosial, Polres memang sangat humanistik. Tetapi urusan penegakan hukum, Polres tampil garang. Penyakit masyarakat seperti minuman keras di razia. Tahun 2016, Polres menyita 3 ton kameko (miras tradisional) dan 1 ton arak. Tahun 2017, angka hasil razia menjadi 4 ton kameko dan 1,2 ton arak. Sedangkan tahun 2018 naik signifikan menjadi 7,1 ton kameko disita dan 2,4 ton arak di basmi. Hasilnya angka kriminal tahun 2018 menurun drastis menjadi 841 kasus atau turun 31 persen dibanding 2017. “Kuncinya dua, pendekatan hati dan penegakan hukum. Dekati masyarakat dengan hati, tetapi untuk urusan penanganan tindak pidana harus tegas dan profesional,” imbuh AKBP Agung Ramos. (ode/b)

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top