Buton

Tata Harmoni dan Jaga Keakraban, Polres Buton Tanggap Selesaikan Konflik

KENDARIPOS.CO.ID — Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Buton terus berupaya menciptakan suasana aman dan tentram di wilayah hukumnya. Sebelumnya, Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, S.IK berhasil menggagas beberapa desa sebagai kampung bebas peredaran minuman keras (Miras). Sebagai bentuk upaya yang dilakukan terhadap terciptanya situasi kondusif, pihak Polres Buton selalu mengadakan sosialisasi pada warga dengan mengunjungi sejumlah wilayah, termasuk kampung nelayan di Desa Bajo Bahari. Dalam kunjungannya Kapolres Buton, AKBP Andi Herman didampingi Ketua Bhayangkari, Donna Anher serta jajarannya memberikan bimbingan, pembinaan serta penyuluhan akan pentingnya menjaga situasi Kamtibmas.

Kapolda Sultra, Brigjendpol. Iriyanto (tengah) bersama Gubernur, H. Ali Mazi (kanan) dan Danrem 143 HO, Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto dalam kunjungan ke Buton didampingi Kapolres, AKBP Andi Herman (belakang).

“Kita selalu menyambangi secara rutin agar terjalin ikatan emosional antara warga dan anggota Polri. Keberadaan kami di tengah warga akan mengetahui perkembangan situasi Kamtibmas, keakraban perlu diciptakan sehingga tercipta suasana yang kondusif di wilayah hukum kita,” ujar Kapolres. Selain sosialisasi tersebut pihaknya juga berupaya membendung produksi Miras tradisional yang dijadikan mata pencaharian beberapa warga di Kabupaten Buton seperti konau dan arak.

Andi Herman menambahkan, pihaknya belum lama ini berhasil mengamankan Miras tradisional dalam jumlah besar. Juga lewat kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD), Cipkon pasca Pemilu dan mengantisipasi penyambutan bulan suci Ramadan dapat terjaga. “Sebanyak 1,1 ton miras tradisional dimana miras jenis arak 200 liter dan konau 900 liter belum lama ini kita amankan. Upaya pencegahan terus kita lakukan dan selebihnya bagaimana Pemda setempat menyikapi produksi dan peredaran Miras tradisional,” ucapnya.

Miras tradisional sambung Andi Herman merupakam pemicu terbesar warga Kabupaten Buton melakukan tindakan kriminal. Kebanyakan tindakan anarkis yang dilakukan para warga karena mengonsumsi Miras dalam jumlah berlebihan sehingga tidak dapat mengontrol diri. “Selain pencegahan produksi Miras, menekan aktivitas penyakit masyarakat lainnya juga kami terus pantau,” tandas AKBP Andi Herman. (mel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy