Sektor SDA Rentan Dikorupsi – Kendari Pos
Nasional

Sektor SDA Rentan Dikorupsi

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) mendapat desakan dari koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bersihkan Indonesia (GMSBI). Mereka menuntut Pansel menyertakan pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam (SDA) sebagai acuan dalam menyeleksi calon pimpinan KPK jilid V.

Koalisi GMSBI yang terdiri dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Auriga Nusantara, Indonesia Corruption Watch (ICW), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Greenpeace Indonesia, serta beberapa organisasi masyarakat lain di Indonesia. Kepala Departemen Kampanye Walhi Edo Rakhman mengatakan, SDA merupakan satu dari sekian sektor strategis nasional yang rentan dikorupsi. Ia mengingatkan, jangan sampai pimpinan KPK selanjutnya abai terhadap potensi praktik korupsi di SDA.

“Peran KPK dalam memerangi korupsi di sektor tersebut telah dibuktikan dengan pengungkapan sejumlah kasus besar serta upaya pembenahan tata kelola berbagai sektor SDA,” ujar Edo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (5/7). Sejatinya, pimpinan KPK jilid IV telah menunjukkan komitmen untuk mengungkap korupsi di sektor SDA. Di antaranya beberapa kasus besar seperti korupsi perizinan tambang eks Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, suap perizinan kontrak kerja sama PLTU Riau-1 yang menyeret sejumlah nama besar termasuk mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan bekas Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, serta korupsi perizinan sawit Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Peneliti Auriga Nusantara Iqbal Damanik mewanti-wanti Pansel agar peran ini tidak melemah seiring dengan pergantian struktur pimpinan KPK, lantaran proses seleksi yang tidak memperhatikan rekam jejak capim pada pemberantasan korupsi SDA. “Kami juga mendesak agar Pansel betul-betul menyelidiki hubungan bisnis dan politik setiap calon dengan industri ekstraktif dan eksploratif di sektor SDA” ucap Iqbal.

Sementara itu, Ketua Bidang Manajemen Pengetahuan YLBHI Siti Rakhma Mary Herwati menilai, pemberantasan korupsi SDA sebagai acuan seleksi capim mutlak dilakukan. Sebab, ia khawatir KPK terkesan dikebiri terkait penanganan korupsi SDA melalui oknum-oknum intitusi tertentu yang identik keterlibatannya dengan kasus tersebut jika terpilih nanti.

“Kami khawatir terpilihnya oknum-oknum dari institusi yang notabene identik dengan keterlibatannya dalam korupsi SDA, contohnya pihak kepolisian,” tegasnya. Siti menambahkan, secara keseluruhan, GMSBI menolak jajaran Polri untuk terpilih menjadi pimpinan KPK. Alasannya, kata dia, selama ini Korps Bhayangkara masih lemah dalam menindak kasus-kasus korupsi terutama di bidang sumber daya alam dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya kepolisian selama ini justru mempermudah perizinan lahan, melakukan pengamanan perkebunan dan pertambangan serta kriminalisasi terhadap masyarakat. “Padahal selama ini pengusutan kasus kasus korupsi yang dilakukan oleh polisi itu tidak ada kemajuan sama sekali,” kata Siti.

Senada dengan Siti, Peneliti ICW Lalola Easter menuding Pansel terlalu memberi perhatian khusus kepada Polri. Hal itu menurut Lola bukan tanpa dasar. Ia menilai ironi bahwa sejumlah nama perwira yang digembar-gemborkan Kepolisian untuk capim KPK itu tercatat belum melaporkan harta kekayaannya (LHKPN).

“Paling sederhana terkait dengan kepatuhan pelaporan saja itu tidak bisa dipenuhi, jadi bagaimana kita kemudian mau bicara soal upaya pemberantasan korupsi,” ungkap Lola. Kemudian lanjut Lola, jika pihak Polri menganggap bahwa sejumlah nama yang ikut serta bursa capim KPK itu adalah perwira terbaik Korps Bhayangkara, seharusnya diberdayakan di internal kepolisian saja. Katanya, mereka tidak harus migrasi ke KPK karena polisi sendiri dinilai masih belum mendapat kepercayaan dari publik terkait pemberantasan korupsi. (riz)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy