Sejak 2005 Belum juga Bangun Smelter, PT Vale Disorot – Kendari Pos
Kolaka

Sejak 2005 Belum juga Bangun Smelter, PT Vale Disorot

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan PT Vale Indonesia di Kabupaten Kolaka dinilai belum memberikan kontribusi maksimal. Baik untuk pendapatan daerah maupun pada kesejahteraan masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Hasbi Mustafa. Menurut Legislator Hanura tersebut, supaya PT. Vale dapat memberi kontribusi maksimal, perusahaan asal Brazil tersebut harus membangun smelter di Kabupaten Kolaka.

Untuk itu, pihaknya mendesak supaya tahun 2019 ini, PT Vale sudah harus memulai pembangunan smelter di Bumi Mekongga.”Memang ada beberapa izin yang harus dilengkapi PT. Vale untuk membangun smelter. Salah satunya Amdal. Sebab lahan kontrak karya Vale yang luasnya sekitar 20 ribu hektar itu, sebagian masuk dalam kawasan hutan lindung. Tapi kami minta agar semua persyaratan tersebut dituntaskan. Tidak ada lagi alasan untuk tak membangun smelter di Kabupaten Kolaka,” sorot Hasbi.

Lanjut dia, dengan adanya smelter, maka keberadaan PT. Vale di daerah otorita Ahmad Safei akan sangat dirasakan masyarakat. “Tentu dengan adanya smelter bisa membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat. Ini keinginan masyarakat dan pemerintah yang harus segera disahuti manajemen PT Vale,” tegasnya. Sementara itu, Perwakilan PT Vale Indonesia di Sultra, Misdar mengatakan, pihaknya akan membangun pabrik di Kolaka setelah seluruh persyaratan dipenuhi. Saat ini, pihaknya sedang mengurus persyaratan tersebut agar dapat segera membangun pabrik. “Pabrik akan dibangun setelah izin terlampir, seperti amdal. Sekitar 60 persen wilayah PT Vale dari luas kontrak karya terdiri hutan lindung dan hutan produksi terbatas dan lain-lain. Target kami semua izin bisa kami peroleh di tahun 2019 ini,” harapnya.

Misdar menambahkan, saat ini, pihaknya fokus untuk mendapatkan rekomendasi Gubernur Sultra untuk izin kehutanan. Kata dia, izin lingkungan menjadi dasar perusahaan untuk memulai semua aktivitas di lapangan. “Persiapan awal sudah berjalan. Termasuk untuk segera mengakuisisi pelabuhan PT Sumber Setia Budi,” tambahnya. Lebih jauh Misdar menjelaskan, rencana pembangunan pabrik bukan baru sekarang. Namun sejak tahun 2005 lalu. Hanya saja pabrik yang akan dibangun saat itu tidak layak secara ekonomis dan teknologi. Tapi pihaknya terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan pabrik dengan menggandeng PT Sumitomo Metal Mining. Di mana perusahaan asal Jepang itu memiliki teknologi yang sangat baik. “Semoga izin-izin yang diperlukan dapat segera kami peroleh sehingga komitmen untuk membangun smelter bisa terealisasi,” imbuhnya. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy