Rakor Bersama Pemprov, Bupati Muna Curhat Soal Air Bersih – Kendari Pos
Muna

Rakor Bersama Pemprov, Bupati Muna Curhat Soal Air Bersih

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara melakukan rapat koordinasi (Rakor) pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Muna. Bupati Muna LM. Rusman Emba curhat soal air bersih di otoritanya. Ia mengusulkan penataan sejumlah mata air diantaranya sungai Jompi di Raha. Saat membuka rakor itu, Bupati Muna LM Rusman Emba meminta perhatian Pemprov Sultra untuk menata sejumlah mata air antara lain Jompi, Motonuno, Jini dan Matarawa. Pemanfaatan mata air untuk suplai kebutuhan air bersih masyarakat dinilai belum optimal.

Bupati Muna, LM Rusman Emba (berdiri) memaparkan kebutuhan air bersih di Muna. Selama ini suplai kebutuhan air bersih dinilai belum optimal. Dia meminta perhatian Pemprov Sultra untuk menata sejumlah mata air sebagai sumber daya air bersih di Muna.

“Jujur saja, Muna masih memiliki masalah dasar pada air bersih. Banyak masyarakat belum menikmati aliran PDAM. Padahal sumber air sangat tersedia,” ujar Rusman Emba dalam rakor yang digelar di aula Bappeda Pemkab Muna, Kamis (25/7). Rakor itu dihadiri perwakilan daerah yang termasuk dalam kawasan daerah sungai Muna Balai Sungai Wilayah Sulawesi II yakni Kabupaten Muna, Muna Barat, Buton Tengah dan Bombana.

Program strategis Bupati Muna Rusman Emba untuk menghadirkan air bersih untuk masyarakat terkendala dana. Masyarakat Muna butuh dukungan Pemprov Sultra dalam pengelolaan sumber daya air. Kata Rusman, ia baru saja mendapat bantuan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Napabalano kendati baru bisa menjangkau sebagian kecil masyarakat. “Intinya kami terus berusaha agar mata air di Muna bisa dikelola untuk masyarakat. Kami sudah mulai di Napabalano, dan sedang diupayakan juga di Kontunaga, Lohia dan Watopute,” paparnya.

Selain pengelolaan, Rusman menyebut kondisi mata air khususnya di Sungai Jompi perlu segera mendapat pemeliharaan. Penghijauan kembali di daerah hulu terutama di kawasan hutan lindung Warangga harus dilakukan untuk meningkatkan debit air. Pembalakan liar selama ini mulai mengkhawatirkan masa depan kelestarian sumber air. “Kami juga usulkan agar Jompi jadi perhatian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Yohny Latpur Modo menguraikan rakor dilakukan untuk sinkronisasi sistem pengelolaan air di wilayah sungai Muna. Tujuannya agar sistem pengelolaan air dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkesinambungan. “Kami minta usulan agar ada penyesuaian. Hasilnya akan di sinkronkan lagi dengan pihak balai dan kementerian,” jelasnya.

Ia menguraikan, empat daerah yang masuk dalam wilayah Sungai Muna belum memiliki tim koordinasi pengelolaan sumber daya air (TKPSDA). Sehingga penataan sumber daya air butuh rekomendasi sebelum ditetapkan gubernur. “Kita berharap bisa menghasilkan manajemen air yang komprehensif dan berkesinambungan mampu menjawab kebutuhan,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top