Proyeksi OJK Pascabanjir di Sultra : Potensi Kerugian Perbankan Capai Rp 39 M – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Proyeksi OJK Pascabanjir di Sultra : Potensi Kerugian Perbankan Capai Rp 39 M

Suasana pascabanjir di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa proyeksi kerugian perbankan akibat banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Konawe pada Juni 2019 lalu, bisa mencapai Rp39 miliar. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Pengawasan Lembaga OJK Provinsi Sultra, Maulana Yusup, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/7).

Pinjaman modal kerja pertanian dan UMKM, kata Maulana, merupakan sektor dengan jumlah debitur terbesar, selain sektor properti KPR, kemudian pertambangan. Misalnya saja, BTPN Syariah melaporkan ada sekitar 1.000 debitur UMKM menjadi korban banjir di Konawe. “Data ini sifatnya masih sementara, laporan terus masuk, beberapa bank besar dengan jumlah nasabah cukup banyak sudah melapor seperti BRI, Mandiri, Bank Sultra, BNI, BTPN Syariah,” jelasnya.

Adapun data yang baru diterima OJK, ada 2.490 debitur dengan status kredit berjalan menjadi korban banjir. Tentu Proyeksi OJK Pascabanjir di Sultrahal ini berpotensi menyebabkan kredit macet atau telat bayar sehingga akan berpengaruh ke stabilisasi nilai non performing
loan (NPL) kredit perbankan di Sultra. “Olehnya itu, kami mengambil langkah agar kualitas kredit perbankan di Sultra tetap dalam kondisi sehat di bawah angka lima persen,” kata Maulana.

Ia berharap, terhadap lembaga jasa keuangan agar melakukan penyelamatan kredit dengan cara memberikan keringanan kepada para debitur yang menjadi korban banjir. Misalnya, menurukan suku bunga pinjaman, penambahan jangka waktu kredit, dan bisa saja menambah modal para debitur untuk memulai usahanya kembali. Namun, perbankan pun diminta tetap berhati-hati menjalankan kebijakan penyelamatan kredit atau restrukturisasi kredit tersebut dengan memperhatikan dua hal, yakni kemauan dan kemampuan debitur. Pada sisi kemauan, lanjutnya, debitur mau menerima kebijakan yang diberikan perbankan. Kemudian kemampuan, debitur tersebut masih mampu menjalan kredit usahanya. Perbankan harus melakukan analisis terlebih dahulu agar kondisi kredit tetap sehat,” pungkas Maulana. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy