Proyek Rp 37 Miliar Jembatan Pasar Baru : Asal Kerja, Hampir 2 Tahun Dibiarkan Terlantar – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Proyek Rp 37 Miliar Jembatan Pasar Baru : Asal Kerja, Hampir 2 Tahun Dibiarkan Terlantar

KENDARIPOS.CO.ID — Pengerjaan jembatan pasar baru Kota Kendari tersendat. Mega proyek yang pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015-2017 dan nilainya mencapai Rp 37 miliar, dikerjakan tanpa memikirkan pembebasan lahan warga. Faktanya, hingga saat ini belum juga rampung. Padahal, kalau merujuk di kontraknya, jembatan yang membelah Sungai Wanggu ini, harusnya sudah selesai Desember 2017 lalu.

Semua rencana itu kandas. Sebab, sebagian lahan warga di sekitar pembangunan jembatan belum dibebaskan. Baru beberapa bidang tanah saja yang telah dikuasai pemerintah. Sehingga, sudah hampir dua tahun, proyek tersebut dibiarkan terlantar. Menunggu warga mau “melepas” tanahnya. Semua informasi itu disampaikan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) 2.2 Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sultra, Rudi Rachdian.

Dia mengatakan, pengerjaan jembatan pasar baru awalnya dimulai tahun 2015. Seharusnya, dalam waktu dua tahun, pembangunan jembatan dua jalur itu sudah bisa tuntas. Namun, karena lahan warga belum dibebaskan, sehingga tersendat pembangunannya. “Pembebasan tanahnya belum tuntas. Kami juga belum bisa berbuat apa-apa. Sebab, kewenangan kami hanya melakukan pembangunan konstruksi jembatan. Sementara, pembebasan lahannya menjadi domain pemerintah daerah,” kata Rudi Rachdian saat ditemui di ruang kerjanya.

Pria yang karib disapa Rudi itu menyebut, sesuai kontrak, dana pembangunan jembatan pasar baru mencapai Rp 37 miliar. Duit sebanyak itu kata dia, cukup untuk membuat jembatan kokoh yang membelah sungai Wanggu. Sebagai jalur strategis dari dan menuju kampus Universitas Halu Oleo (UHO), menurutnya, jembatan pasar baru yang lebih representatif sangat menunjang mobilisasi masyarakat. “Ada optimasi anggaran. Kita hanya kerjakan sesuai kebutuhan yang mampu dikerja. Yang jelas, kalau jembatan dua jalur di pasar baru sudah jadi, jembatan lama akan kami robohkan,” ucap pria yang mengaku baru empat bulan menduduki posisi PPK 2.2 Satker P2JN Sultra itu. Lebih jauh dia menjelaskan, saat ini belum bisa menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk menuntaskan jembatan pasar baru yang terbengkalai itu.

Hanya saja, jika pembebasan lahan sudah klear dan pengerjaan jembatan mau dilanjutkan, pihaknya akan menganggarkan kembali lewat APBN. “Kami akan hitung. Sisanya berapa, yang perlu dikerja berapa. Baru kita tentukan angka pastinya,” terangnya. Lalu bagaimana dengan anggaran sebelumnya? Menurutnya, pengerjaan proyek APBN disesuaikan progres pembangunan. “Kalau anggaran tidak habis, maka dikembalikan lagi ke negara,” ujarnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, kewenangan pembebasan lahan di area proyek jembatan pasar baru menjadi domain pemerintah provinsi (pemprov) Sultra. Makanya, sejauh ini ia mengaku, hanya menunggu arahan dari pemprov Sultra. Apakah diminta untuk komunikasi dengan si pemilik lahan termasuk memfasilitasi rembuknya, atau opsi lain yang yang akan dilakukan ke depan. Yang jelas kalau diminta, pemkot Kendari siap mengikuti apapun arahan dari pemprov Sultra.

“Kami menunggu arahan saja. Sebab, proyek tersebut sebenarnya kegiatan dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sultra. Namun sejauh ini sudah ada koordinasi. Saya juga sudah perintahkan camat setempat supaya melakukan pendekatan persuasif kepada warga supaya proyek jembatan pasar baru bisa segera dilanjutkan,” imbuhnya. Sebagai tambahan, pengerjaan jembatan pasar baru informasinya diurus oleh PT Wira Karsa Konstruksi. Pemerintah provinsi belum memberikan keterangan soal mega proyek tersebut. (b/m1/ing)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy