Pilkada Muna 2020 : Posisi Wakil Jadi “Mahar” Demokrat – Kendari Pos
Politik

Pilkada Muna 2020 : Posisi Wakil Jadi “Mahar” Demokrat

KENDARIPOS.CO.ID — Pemilihan Bupati Muna tahun 2020 mendatang akan berlangsung ketat sejak awal penentuan pasangan calon. Perolehan kursi partai yang tak mencukupi angka 20 persen, membuat pembentukan koalisi berlangsung dinamis. Demokrat akan menjadi salah satu partai yang diperebutkan calon kontestan. Ada sejumlah alasan yang membuat dukungan Demokrat sangat penting bagi kandidat dalam Pilbup Muna nanti. Setidaknya, hal itu diproyeksikan kader Demokrat, La Ode Awal Jaya Bolombo.

La Ode Awal Jaya Bolombo.

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu punya daya tawar tinggi dalam menentukan koalisi. Salah satunya merujuk hasil dua kali Pilbup. Kandidat yang didukung Demokrat selalu terpilih sebagai Bupati Muna. Pada Pilbup Muna 2010, partai Demokrat mengantarkan LM. Baharuddin terpilih sebagai bupati. Sedangkan pesta pemilihan lima tahun berikutnya, LM. Rusman Emba memanfaatkan tuah Demokrat dan terpilih lewat drama pemungutan suara ulang dua kali. Pria yang karib disapa AJB itu mengingatkan jika kedua kandidat tersebut selalu menang ketika sama-sama menggandeng kader Demokrat, Abdul Malik Ditu.

“Itu artinya, di mana Demokrat berpihak selalu menguntungkan calon. Bisa dibilang, Demokrat adalah kunci,” klaimnya, Senin (22/7). Tradisi itu cukup rasional diperhitungkan jika mengacu pada hasil Pileg 2019. Partai berlambang mercy itu meraup 12.197 suara dan menjadi perolehan suara partai tertinggi. Jumlah itu mengantarkan empat kadernya lolos ke DPRD Muna, hanya kalah dari Hanura dengan lima kursi. Itu artinya, Demokrat tinggal membutuhkan tambahan dua kursi untuk bisa mengusung pasangan calon. “Hasil Pileg jadi modal bagus bagi Demokrat menentukan komposisi koalisi,” sambung anggota DPRD 2014-2019 tersebut.

AJB menjelaskan jika Demokrat tak menafikan kalkulasi politik di Muna saat ini. Ada empat kandidat yang kini menguat dalam Pilbup nanti yakni petahana LM. Rusman Emba, Bupati Muna Barat LM. Rajiun Tumada, mantan Bupati Muna LM. Baharuddin dan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin Udu. Demokrat sendiri saat ini masih termasuk dalam barisan koalisi petahana. Namun untuk Pilbup 2020, AJB menyebut Demokrat belum menentukan sikap.

“Kami fokus kawal Bupati Muna sampai selesai masa jabatannya. Tapi soal Pilbup nanti, kami tidak terikat lagi. Dalam artian, komunikasi dengan figur lain sangat terbuka,” papar Ketua Komisi I DPRD Muna itu. Saat ini, diakuinya baru LM. Rusman Emba dan LM. Baharuddin yang membuka komunikasi. Namun satu hal yang jadi harga mati ialah kursi calon wakil bupati harus jatuh pada kader Demokrat. Untuk bursa wakil itu, ada nama Taufan Alam dan Aisyah Ditu. “Kenapa bukan 01, karena harus rasional juga. Kemungkinan besar hanya empat nama ini yang tampil. Makanya, kalau mau didukung Demokrat, wakilnya harus dari kami,” pungkas Awal Jaya Bolombo. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy