Panen Raya di Kabangka, Bupati Muna : Kita Target Swasembada Beras – Kendari Pos
Muna

Panen Raya di Kabangka, Bupati Muna : Kita Target Swasembada Beras

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Muna membidik swasembada beras. Target itu digaungkan Bupati Muna LM. Rusman Emba saat panen raya di Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, Kamis (11/7). Kegiatan itu menegaskan keseriusan Bupati Rusman Emba menggarap sawah agar lebih produktif sehingga kebutuhan pangan terutama beras bisa dipasok dari petani lokal. Sektor pertanian memang termasuk dalam program strategis bupati, setelah sektor pariwisata dan infrastruktur. Selain jagung kuning yang produksinya mulai meningkat, produksi beras juga dalam tahap pengembangan. Potensi lahan di Muna akan dioptimalkan untuk mendukung pengembangan persawahan.

Bupati Muna LM. Rusman Emba saat menjajal traktor saat panen raya padi area persawahan seluas 37 hektar di Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, Muna, Kamis (11/7). Kabupaten Muna kini menatap target swasembada beras.

“Kita sangat serius untuk menata pertanian. Apalagi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman sudah datang ke Muna dan mendukung penuh upaya kita. Beberapa hal sudah mulai terlihat hasilnya, seperti jagung kuning yang sudah 3.000 ton terjual, kita target bisa swasembada beras,” kata LM. Rusman Emba.

Khusus beras, Rusman berkomitmen mengoptimalkan potensi lahan tidur. Kendala irigasi diakuinya berat jika ditangani menggunakan APBD Muna. Ia meminta masyarakat membuat usulan kebutuhan agar diperjuangkan mendapat dana alokasi khusus. Rusman berjanji akan memanfaatkan relasi di Kementerian Pertanian. “Memang APBD kita sulit. Paling bisa kita mencari lewat DAK. Insya Allah kerja keras kita menghidupkan pertanian bisa mendapat respons pusat,” paparnya.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Muna, Anwar Agigi menjelaskan panen padi dilakukan pada lahan seluas 37 hektare. Produksi berasnya diperkirakan mencapai 150 ton. Khusus desa Lupia, luasan sawah keseluruh mencapai 78 hektare. “Jenis padi antara lain varietas mekongga, klara dan beras merah,” ujarnya.

Soal swasembada beras, Anwar mengakui hal itu tidak mudah. Kabupaten Muna memiliki keseluruhan sawah fungsional berkisar 800 hektare dengan produksi di bawah 1.000 ton. Jika ingin swasembada maka Muna sekurangnya harus memiliki sawah sekitar 2.000 hektar dengan produksi 24.000 ton. “Potensi lahan ada, bahkan sampai 16.000 hektar. Hanya saja memang kendala irigasi dan daerah minim anggaran. Kita lagi berjuang lewat DAK,” ungkap Rusman Emba. Dikesempatan itu, para petani meminta pembenahan 2 kilometer jalan usaha tani, pembenahan irigasi primer sepanjang 2 kilometer dan irigasi sekunder sepanjang 1 kilometer. Untuk itu, Pemkab diminta membuat bendungan di kali sangia. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top