Minim Stok, Harga Cabai Kriting di Kendari Naik – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Minim Stok, Harga Cabai Kriting di Kendari Naik

KENDARIPOS.CO.ID — Harga lombok keriting pada beberapa pasar tradisional di Kota Kendari, terus mengalami kenaikan hingga Rp 60 Ribu perkilogram. Pekan lalu harganya berkisar Rp 56 ribu perkilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Muhammad Ali mengatakan, kenaikan itu dipicu berkurangnya pasokan akibat dampak banjir di wilayah Konawe Utara dan Konawe yang menjadi sumber komoditas lombok keriting. Katanya, akibat banjir di perkebunan lombok hanya menyisakan ranting-ranting pohon, cabainya busuk karena terendam air.

“Seharusnya bulan ini memang musim panen, karena seluruh pohon rusak, maka tidak ada panen untuk saat ini. Ini mengganggu ketersediaan pasokan untuk Kota Kendari,” katanya saat ditemui usai apel sore pegawai Disperindag, Kamis (18/7).

Dia menambahkan, hal itu menjadi perhatian bagi para Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait seperti dinas hortikultura kota akan mengupayakan pasokan komoditas lombok keriting kembali normal. Pemberikan bibit pada beberapa komoditas yang dirasa perlu untuk diamankan stoknya, salah satunya lombok keriting.

“Kendati demikian, harga pasar lainnya saya rasa sudah kembali normal dari pekan sebelumnya. Seperti keluhan harga cabai rawit pada pekan lalu Rp 73 ribu perkilo saat ini sudah turun menjadi Rp 50 ribu namun masih ada yang menjual Rp 60 ribuan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, salah satu pedagang sayur mayur pasar tradisional Anduonohu Supardi membenarkan, bahwa harga beberapa bahan pokok kembali normal, terkecuali lombok keriting. Katanya, sudah dua pekan harga lombok keriting terus naik setiap harinya.

“Kalau bawang merah sama bawang putih sekarang ini, sama sama di harga Rp 40ribu, sebelumnya Rp 45- 50 Ribu. Sayur-sayur juga sudah mulai turun, biasanya satu ikat sawi saya hargai sampai Rp 10 ribu, sudah dua hari ini turun jadi Rp 5 ribu,” tuturnya sembari melayani pembeli, Kamis (18/7).

Di Pasar Baruga, salah satu pembeli Yanti (24) mengatakan, kenaikan harga Lombok Keriting sejak minggu lalu. Dia sebagai ibu rumah tangga cukup kelabakan dengan harga itu. “Katanya penjual, itu karena habis banjir di konawe. Jadi kurang stok dari sana. Ya, mau diapa kita kan tetap butuh. Mau tidak mau tetap dibeli apalagi lagi banyak acara yang butuh ini lombok keriting,” kata Yanti. (m6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy