Menunggu Jadwal Wukuf di Arafah, Kondisi Jamaah Sultra Terpantau Baik – Kendari Pos
Metro Kendari

Menunggu Jadwal Wukuf di Arafah, Kondisi Jamaah Sultra Terpantau Baik

Laporan : Ketua TPHD Sultra, Sulkarnain Kadir dari Mekkah

KENDARIPOS.CO.ID — Calon jamaah haji (CJH) Sultra kini tinggal menunggu jawal wukuf di Arafah. Tepatnya, 9 Agustus mendatang, perjalanan menuju bukit tandus dan panas itu akan dimulai. Selama 5 hari, jamaah akan berada di tenda-tenda, dan akan berjalan ke Armina. Untuk menjalani ritual wajib calon haji itu, jamaah butuh kondisi fit dan prima. Untuk memastikan itu, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) setiap kloter intens memantau kondisi jamaah, khususnya terkait kesehatan mereka. “Selasa (30/7) sore, saya kunjungan ke beberapa hotel, tempat jamaah Kendari menginap. Hal ini untuk mengecek kondisi para jamaah, khususnya terkait kesehatan dan persiapan pelaksanaan wukuf,” kata Sulkarnain Kadir, Ketua TPHD Sultra melaporkan dari Mekkah,.

Ketua TPHD Sultra, Sulkarnain Kadir (kiri) saat memantau kondisi jamaah haji asal Kota Kendari.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota Kendari mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan. Sebab, cuaca sangat panas. Jamaah wajib menggunakan masker saat berada di luar hotel. Memperbanyak minum air serta tidal memaksakan untuk ke Masjidil Haram. Khususnya, di waktu Zuhur. “Kalau siang hari, di sini sangat panas luar biasa. Perempuan dianjurkan tidak keluar dari hotel. Kecuali untuk hal yang sangat penting. Karena setiap keluar hotel, pasti menguras tenaga,” jelasnya. Secara keseluruhan kondisi jamaah relatif baik. Untuk beberapa jamaah risiko tinggi karena usia, terus dalam penanganan petugas medis. “Ada yang sakit, tapi kita pantau terus,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengirimkan 54 petugas haji tambahan ke Arab Saudi. Kedatangan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 ini untuk membantu operasional layanan haji di Tanah Suci. “Tim sudah datang. Dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah langsung bertolak ke Makkah. Sudah kita deploy ke operasional haji untuk sementara menjelang wukuf di Arafah. Jadi semua akan kita tempatkan di Makkah” terang Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali, Selasa (30/7).

Adapun petugas tambahan ini berasal dari berbagai instansi.Mulai dari Kementerian Agama, kepolisian, TNI, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat (ormas). Dengan pembagian tugas kerja, seperti pada pelayanan umum, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah (linjam) dan administrasi.

Kemudian setelah masa puncak haji selesai, akan ada perubahan penempatan bagi petugas tambahan. Sebagian tetap berjaga di Makkah dan lainnya ke Madinah. Pergeseran demi mengoptimalkan layanan, terutama saat masa kepulangan jemaah haji. Saat di tanah air, petugas tambahan juga telah mendapatkan arahan dan pembekalan. “Kami sudah dikasih training dan briefing dari Sekretaris Dirjen dan Direktur Bina Haji. Kita memang diharapkan membantu jemaah dalam melaksanakan ibadah haji intinya seperti itu,” ujar Ketua Rombongan Petugas PPIH tambahan Muhammad Mukmin Timoro.

Dari pantauan, jemaah haji mendapatkan pengarahan dari Kepala Daerah Kerja Arsyad Hidayat sebelum bertolak ke Makkah. Saat tiba di Makkah para petugas terlebih dulu melaksanakan Umroh sebelum bertugas. Adapun masa tugas bagi petugas tambahan berbeda-beda, antara 45 hari hingga 50 hari. Seperti diketahui tahun ini, selain kuota haji 204 ribu untuk reguler, Arab Saudi juga memberikan tambahan sebanyak 10 ribu. Sehingga total jemaah haji reguler di Tanah Suci mencapai 214 ribu. Turut mendampingi penyambutan tambahan petugas Ketua PPIH Arab Saudi Endang Jumali dan Sekretaris PPIH Arab Saudi Noer Alya Fitra.

Tim tambahan yang datang, diharapkan bisa memberikan bantuan tenaga Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) Kemenag dalam menangani jamaah haji asal Indonesia yang mengalami kondisi darurat di area Masjidil Haram yang mulai dipenuhi oleh jamaah dari seluruh dunia. Kondisi gangguan kesehatan jamaah haji Indonesia dikarenakan aktivitas jamaah haji seluruh dunia yang sudah mulai terpusat di Masjidil Haram, Mekkah.

Dengan tingkat kepadatan jamaah semakin meningkat menyebabkan beban fisik menjadi bertambah. Beberapa kondisi darurat yang kami temukan antara lain menurunnya tekanan darah akibat kurangnya asupan makan dan minum sebelum beraktivitas atau ada faktor penyakit lainnya, terjatuh saat menaiki eskalator sehingga menyebabkan terluka, sesak nafas, nyeri ulu hati.

“Tak jarang mereka mengalami mual muntah. Ada juga serangan jantung,” jelas salah seorang personil Tim P3JH dr. Hafidh Hanifudin, lewat pesan singkatnya. Dikatakannya, dalam menolong jamaah yang mengalami kondisi darurat medis yang butuh penanganan intervensi, P3JH berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan yang ditempatkan di terminal Syib Amir, dan juga dengan tim medis emergensi Arab Saudi yang ada di beberapa titik Masjidil Haram.

“Permasalahan penanganan kondisi darurat medis di Arab Saudi adalah karena kita berada di negara orang lain, di mana tuan rumah tentu memiliki otoritas terkait penanganan jamaah yang mengalami kondisi darurat,” kata dia. Tim P3JH memprioritaskan evakuasi jamaah yang mengalami kondisi darurat ke fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Tim TGC.

Selanjutnya jamaah akan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Jika memang perlu dirujuk ke rumah sakit, tim KKHI yang akan mengkoordinasikan dengan rumah sakit Arab Saudi. “Bahasa sering menjadi kendala dalam koordinasi dengan tim medis Arab Saudi. Namun tetap kita menghormati otoritas tuan rumah yang tentunya juga didukung oleh tim medis dan sarana prasarana kesehatan yang telah disiapkan untuk melayani jamaah haji dari seluruh dunia,” kata Wakil Koordinator Tim P3JH Arab Saudi Mahesa Paranadipa. (b/lyn/ful)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy