Jual Elpiji Subsidi ke Pengecer, Dua Pangkalan Gas 3 Kg di Kendari Kena Sanksi – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Jual Elpiji Subsidi ke Pengecer, Dua Pangkalan Gas 3 Kg di Kendari Kena Sanksi

KENDARIPOS.CO.ID — Pelanggaran pendistribusian gas LPG 3 Kg semakin marak dilakukan oleh pangkalan (agen) di Kendari. Buktinya, baru-baru ini, Pertamina kembali memberikan sanksi kepada dua pemilik pangkalan. Sales Executive LPG Pertamina Kendari, Arnaldo Andika Putra mengungkapkan pihaknya telah memberikan sanksi kepada pangkalan Jahardin yang ada di Kendari dan Pangkalan UD Rahma Karya Mandiri di Kecamatan Mandonga. “Dua pangkalan LPG 3 kg tersebut mendapat sanksi dari PT Pertamina karena melanggar aturan penyaluran gas subsidi ke masyarakat,” ungkapnya, Minggu (14/7).

Suasana sidak yang dilakukan Pertamina Kendari terhadap beberapa pangkalan LPG yang ada di Kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari.

Pangkalan Jahrudin, kata Aldo, diketahui mengirim atau mendistribusikan LPG 3 Kg ke pengecer/pedagang yang berada di sekitar Pelabuhan Nusantara Kendari, sedangkan UD Rahma Karya Mandiri mengirim ke pengecer yang berada di wilayah Pasar Mandonga. “Keduanya terbukti melanggar aturan karena telah menyalurkan atau menjual LPG 3 kg langsung ke pengecer dalam jumlah besar. Tak tanggung tanggung, penyalurannya menggunakan mobil bak terbuka (pick up),” bebernya.

Kegiatan penyaluran LPG yang tidak manaati aturan pendsitribusian itu ditemukan oleh pihak Pertamina yang kebetulan pada saat itu sedang melakukan monitoring di Pasar Mandonga dan di sekitaran Pelabuhan Nusantara Kendari pekan lalu. Kata Aldo penyaluran ke pengecer dengan jumlah besar tidak diperbolehkan, karena pangkalan diwajibkan untuk melayani konsumen langsung di titik pangkalan masing-masing. “Tindakan tersebut bisa mengakibatkan harga jual LPG 3 Lg dimasyarakat menjadi tinggi dan langka,” jelasnya.

Sanksi yang diberikan pihak Pertamina terhadap dua pangkalan nakal itu, kata Aldo, baru sanksi tidak mendapatkan suplai tabung selama satu bulan atau terhitung mulai 1 Agustus 2019. Bukan hanya pangkalannya saja yang diberi sanksi, sambung dia, melainkan agen pembinanya juga bakal diberi sanksi dengan pengurangan alokasi tabung melon dalam jangka waktu yang sama,

“Selama masa hukuman ini, alokasi LPG bakal dialihkan ke agen lain yang punya pangkalan di daerah yang sama dengan pangkalan yang diskorsing,” kata Aldo. Ia pun mengimbau kepada seluruh konsumen agar membeli LPG 3 kg langsung di titik pangkalan. “Apabila ada konsumen yang mengetahui adanya pangkalan yang menyalur tidak sesuai ketentuan, bisa melaporkan ke Pertamina melalui contact center 135,” tegas Aldo. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy