Jadi Buron Polisi, Komisaris PT DTGP Ajukan Pra Pradilan – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Jadi Buron Polisi, Komisaris PT DTGP Ajukan Pra Pradilan

KENDARIPOS.CO — Keberadaan Ririn Merinofa, tersangka kasus penipuan dan penggelapan duit milik PT Duta Nikel Indonesia (PT DNI) senilai Rp 3,7 miliar, belum diketahui. Komisaris PT Duta Tambang Gunung Perkasa (PT DTGP) ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Meski masih buron, namun Ririn mengajukan praperadian atas kasus yang menyeretnya.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan penyidik belum melakukan tahap dua alias pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejati Sultra. Sebab polisi masih akan melakukan pencarian lebih dulu, sekalipun berkas perkara tersangka telah dinyatakan p21 alias lengkap oleh kejaksaan.

“Jika tersangka ditemukan, maka polisi melimpahkan tersangka ke kejaksaan. Memang sudah DPO. Tapi, dia ajukan prapradilan. Kami tetap hargai upaya hukumnya,”kata Golden. Katanya, langkah yang ditempu tersangka adalah hak sebagai warga negara. Tapi, proses tahap dua yang akan dilakukan nanti tetap harus dijalankan. Karena menurut Golden, kasus ini sudah dinyatakan lengkap. Untuk itu, berdasarkan perintah itu, maka penyidik diwajibkan undang-undang untuk melakukan tahap dua.

Sekadar informasi, Ririn Merinofa menjalin hubungan kerjamasama join operasional, 27 Nopember 2013 dengan PT DTGP. Kerja sama pra-kontrak tersebut berupa pembangunan infrastruktur jetty, jalan jolling dan stock field. Namun dalam perjalanannya, kontrak yang disepakati tersebut bermasalah. Duit yang sudah dikeluarkan PT DNI sebesar Rp 3,7 miliar justru tidak dikembalikan. Malahan pembangunan itu, bukan dikerjakan PT DNI, tapi diserahkan pada perusahaan lain. (ade/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy